5 Fakta BLT Diperpanjang hingga 2021 karena Banyak Pengangguran

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 21 September 2020 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 320 2280809 5-fakta-blt-diperpanjang-hingga-2021-karena-banyak-pengangguran-sFVl9xf6e1.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Tingkat pengangguran dan kemiskinan Indonesia pada tahun 2020 mengalami lonjakan yang cukup tajam. Penyebab utama dari munculnya fenomena tersebut lantaran perekonomian Tanah Air terus dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah akhirnya memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta hingga 2021. Sehingga, para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) terus mendapatkan stimulus.

Terkait adanya hal tersebut Okezone sudah merangkum beberapa fakta mengenai perpanjangan BLT subsidi gaji, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Menaker: Istimewa, Relaksasi Iuran BPJS Ketenagakerjaan Sampai 99%

1. Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Dampak dari PSBB

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, masih banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saat bersamaan, karena terjadi pembatasan, karena itu bantuan-bantuan dari pemerintah harus berjalan seiring karena konsekuensinya banyak sekali yang kehilangan pekerjaan atau pendapatannya sangat berkurang walau masih bekerja. Kalau vaksinnya diharapkan bisa dimulai pada awal tahun depan, ya tentu ekonomi juga terus berjalan tanpa melupakan bantuan produktif. Di kuartal I tahun depan terus kita dijalankan," ujar Erick, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Syarat Dapat Diskon 99% Iuran BPJS Ketenagakerjaan

2. Pencairan BLT Subsidi Upah Harus Berjalan dengan Baik

Erick juga menyoroti pencairan bantuan subsidi upah bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Dia bilang, pencairannya harus dipastikan bisa berjalan dengan baik karena hal itu diharapkan dapat mendongkrak daya beli masyarakat.

3. Pemerintah Tetap Akan Fokus Penanganan Pandemi

Selain ekonomi, di tahun ini pemerintah juga tetap fokus pada sektor kesehatan. Hal ini untuk menekan angka fatality atau kematian akibat penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan tersebut baik berupa penggunaan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Selain itu, pihaknya terus melakukan testing, resing, dan treatment.

"Kalau melihat trend ini maka, ini timeline yang sudah disepakati oleh Komite, selalu kita bicarakan juga dengan berbagai pihak kementerian, masyarakat, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum bahwa (ekonomi dan kesehatan) tidak bisa dibolak-balik," kata Erick.

4. Erick Thohir Minta Pengusaha Awasi Realisasi BLT Subsidi Gaji

Untuk memastikan penyalurannya optimal, Erick meminta agar pengusaha dan pemberi kerja dapat melakukan pengawasan selama realisasi pelaksanaan program tersebut. "Kami kemarin juga sempat bertemu Kadin untuk para pengusaha mengecek apakah subsidi gaji ini sudah diterima atau tidak di tempat usaha mereka," ujar Erick.

5. Penerima BLT Subsidi Harus Dipastikan Dapat Stimulus Tersebut

Kunci dari suksesnya program subsidi gaji adalah data. Artinya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dapat memastikan data pegawai atau penerima terverifikasi dan sudah disalurkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini