Tak Semua Dapat Keringanan dari Pengelola Mal, Tenat Terancam Tutup

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 21 September 2020 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 320 2281159 tak-semua-dapat-keringanan-dari-pengelola-mal-tenat-terancam-tutup-4LEejZatNN.jpg Hippindo Mengaku Tak Semua Tenant Dapat Keringanan dari Pengelola Mal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan bahwa tidak semua pengelola pusat perbelanjaan memberikan keringanan kepada anggotanya. Hal ini pun memengaruhi kinerja dari anggota Hippindo di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dewan Penasihat Hippindo Tutum Rahanta mengatakan, pihaknya memaklumi bahwa sejak awal PSBB pertama, dengan berbagai persoalan pengelola pusat perbelanjaan ada yang memberikan keringanan dan ada yang tidak memberikan keringan kepada anggotanya.

Baca Juga: Hippindo Menderita meski Mal Boleh Buka Selama Jakarta PSBB, Kenapa?

Padahal, saat pertama kali PSBB diberlakukan, pihaknya telah memperkirakan bahwa pandemi tidak akan berlangsung cepat dan akan memakan waktu lama, sedangkan kemampuan anggotanya terbatas.

"Hanya saya kira tiga bulan pertama setelah itu mereka perlu bantuan-bantuan, nah bantuan itu misalkan dari awal itu lah yang memperpanjang napas anggota kita tetapi kita tidak bisa memerintahkan begitu saja, karena pusat belanja ada permasalahannya, ada yang baru, ada yang lama sudah balik modal, ada yang masih pinjaman bank, ada yang bisa memberikan keringanan dan ada yang tidak bisa memberikan keringanan," ujar Tutum dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Mal Dibuka saat Jakarta PSBB, APPBI: Masih Ada Lapangan Pekerjaan

Dia menambahkan, pihaknya pun pasrah dengan keadaan tersebut dan tidak bisa memaksa terkait keringanan dari pengelola pusat belanja. Pasalnya, jika dipaksakan hanya akan mempercepat usia dari anggota Hippindo yang menyewa karena pasti mereka akan menutup outlet mereka yang tidak bisa menjanjikan dalam kurun waktu tertentu karena tidak punya kemampuan untuk bertahan.

"Mereka hanya ingin mempertahankan outlet-outlet mereka yang kira-kira menjanjikan agar dikemudian hari membaik mereka masih punya nafas untuk bertahan," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini