Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Labu Madu, Si Manis Tembus Pasar Ekspor Taiwan

Natasha Oktalia , Jurnalis-Senin, 21 September 2020 |10:59 WIB
Labu Madu, Si Manis Tembus Pasar Ekspor Taiwan
Labu Madu (Foto: Bambang/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Labu madu merupakan salah satu komoditas labu yang masih dicari oleh pasar domestik hingga ekspor saat ini. Sebab buah tersebut mengandung nutrisi tinggi, anti oksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks.

Selain itu, salah satu manfaat kebaikan yakni sebagai Makanan Pendamping ASI untuk bayi atau MPASI. Nilai dari pasar labu madu ini sangat menjanjikan, sebab labu madu cukup eksklusif dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Dan ternyata, untuk budidaya dari tanaman labu madu ini bukan perkara sulit lho.

Baca Juga: 26% Pelaku Usaha Masih Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

"Umumnya budidaya labu madu tidak sulit tapi masih belum banyak yang memulai," tulis Kementan. Buah labu madu tersebut juga merupakan komoditas ekspor yang banyak dikirim ke Taiwan.

Mengutip dari laman Instagram Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (21/9/2020). Berikut beberapa cara pembudidayaan labu madu.

1. Kebutuhan domestik.

Jumlah pasokan dari labu madu yang masih terbatas, sebab belum banyak yang membudidayakannya. Padahal, pangsa pasar dari buah labu madu masuk ke dalam tingkatan swalayan.

Baca Juga: Indonesia Terancam Resesi, Orang Miskin Makin Banyak 

2. Kebutuhan lahan.

Lokasi penanaman akan sangat baik di lahan terbuka yang terpapar cahaya matahari sepanjang hari.

3. Persiapan lahan.

Setelah melakukan penggemburan lahan. Dilanjutkan dengan membuat bedengan dengan tinggi sekitar 20-40 centimeter (CM), dengan lebar 1 meter. Diberikan jarak antar bedengan 70 hingga 100 cm.

4. Penanaman.

Bibit labu madu yang baik dan siap ditanam berusia kira-kira dua sampai tiga minggu. Tanam bibit di area pertanaman yang sudah dicampur dengan kapur pertanian dan pupuk kandang.

5. Penyiraman.

Penyiraman dilakukan sebanyak satu kali sehari. Jika cuaca kering, tingkatkan penyiraman menjadi dua kali sehari. Masa tanam labu madu menghindari musim hujan agar buah tidak busuk.

6. Pemupukan.

Dalam jangka 1-10 hari setelah tanam, labu madu bisa diberikan pupuk NPK sebanyak dua sampai tiga gram per tanaman. Selanjutnya, dipupuk kembali setiap dua minggu atau sebulan sekali dengan NPK 15-15-15. Takarannya, satu sendok makan dilarutkan dengan lima liter air, dikucurkan 200 ml per tanaman.

7. Panen.

Labu madu bisa dipanen setelah berumur tiga bulan. Dengan ciri, tangkai pada buah berubah dari warna hijau menjadi cokelat dan warna buah kuning kecoklatan.

Melihat potensinya yang bisa dikembangkan, yuk mulai belajar cara budidaya labu madu ini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement