Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aturan Kapasitas Penumpang Pesawat 70% Harus Ditinjau Ulang

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 23 September 2020 |20:57 WIB
Aturan Kapasitas Penumpang Pesawat 70% Harus Ditinjau Ulang
Kapasitas Penumpang Pesawat Selama Covid-19 Maksimal 70%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

 JAKARTA - Pemerintah diminta tinjau ulang aturan pembatasan kapasitas penumpang pesawat sebanyak 70%. Ketentuan tersebut untuk menjaga jarak atau physical distancing.

Namun, aturan itu diminta untuk ditinjau ulang agar dunia penerbangan kembali bangkit.

"Misalnya saja tentang 70% bagi muatan pesawat perlu ditinjau ulang tanpa mengabaikan standar protokol kesehatan yang berlaku," kata Pengamat Penerbangan dari Pusat Studi Air Power Indonesia Marsekal Purnawirawan TNI Chappy Hakim dalam diskusi virtual, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga: Kepala Bandara Tak Boleh Kompromi soal Aturan Protokol Kesehatan

Mantan KASAU itu menjelaskan, protokol kesehatan dilihat dari sisi yang lainnya. Yakni dengan melengkapi High-Efficiency Particulate Air (HEPA) atau penyaring partikel udara dalam kabin pesawat patut pula menjadi rujukan bagi ketentuan persentase jumlah penumpang yang dapat diizinkan terbang.

"Kelengkapan HEPA pada kabin pesawat terbang patut pula menjadi rujukan bagi peesentas jumlah penumpang yang diizinlan terbang," ujarnya.

Baca Juga: Maskapai Langgar Kapasitas Penumpang, Ombudsman: Ada Pembiaran

Menurut dia, protokol kesehatan tak harus menghalangi untuk mengembalikan gairah masyarakat untuk menggunakan transportasi pesawat.

"Pola kepatuhan terhadap protokol kesehatan hendaknya pula tidak menghalangi dari upaya membangkitkan kembali gairah penumpang dalam menggunakan kembali jasa transportasi udara," katanya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement