Strategi Investasi di saat Resesi, Diversifikasi Solusinya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 622 2282851 strategi-investasi-di-saat-resesi-diversifikasi-solusinya-dvKitM7Eai.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Berinvestasi saat ekonomi berada di ambang resesi memang memiliki risiko yang sangat tinggi. Namun di balik itu semua, investasi saat ekonomi di ambang resesi juga bisa menjadi peluang untuk menghasilkan cuan.

Kuncinya adalah sebelum terjun untuk investasi harus menyiapkan strategi dan jangan nyebur dengan tangan kosong. Karena alih-alih ingin meraup keuntungan, justru akan berakibat buntung.

 Baca juga: 3 Perhitungan dalam Memilih Investasi Reksa Dana

Salah satu strategi yang harus dimiliki pertama kali adalah mempelajari terlebih dahulu jenis investasi beserta risikonya. Setelah itu, baru bisa menimbang dan menentukan jenis investasi apa yang akan dipilih.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan dalam setiap investasi memang selalu ada risiko namun tergantung dari besar atau kecilnya tingkat risiko tersebut. Oleh karena itu, sebelum memulai investasi harus pintar-pintar dalam mengatur strategi.

 Baca juga: Diskusi dengan Investor Inggris, Kepala BKPM: Iklim Investasi Makin Kondusif

Oleh karena itu agar risiko tersebut bisa diminimalisir, ada baiknya untuk membagi rata uang yang akan diinvestasikan. Misalnya, dengan uang Rp1 juta, maka agar tingkat risikonya rendah maka dibagi ke dalam beberapa instrumen.

"Kalau kita bicara balance, kalau dalam investasi itu sebenarnya terdiversifikasi dengan baik sebenarnya. Maksudnya gini, kalau kita hanya beli saham saja, menjaga likuiditas saja, kita kan tidak mendeversifikasi kita hanya berkonsentrasi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/8/2020).

Selain itu lanjut Mike, uang yang diinvestasikan juga harus diperhitungkan. Jangan sampai seluruh penghasilan dialokasikan untuk investasi sehingga ketika instrumen tersebut turun tidak akan rugi.

Apalagi dalam situasi ekonomi yang tidak menentu ini, likuiditas keuangan pribadi sangat penting untuk dijaga. Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar penghasilan atau pendapatan dibagi ke dalam beberapa pos termasuk investasi.

"Jadi kalau mau balance kita harus mendiversifikasi," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini