4 Fakta Bisnis Janda Bolong yang Bisa Bikin Kaya Mendadak

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 455 2283875 4-fakta-bisnis-janda-bolong-yang-bisa-bikin-kaya-mendadak-wUMj29k5Fv.jpg Tanaman Janda Bolong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menanam menjadi kegiatan yang paling banyak dilakukan masyarakat selama pandemi covid. Karena tren yang meningkat, bisnis tanaman hias pun menjadi salah satu bisnis yang bisa dicoba.

Bisnis ini memang sangat bergantung pada tren saat ramai atau tidak. Artinya, ketika pandemi mengharuskan untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah, kegiatan menanam di rumah pun banyak dilakukan.

Baca Juga: Siasati Dampak Pandemi, Akselerasi Digital Jadi Solusi Para Pengusaha

Salah satu tanaman yang sedang naik daun adalah Monstera Obliqua atau Janda Bolong. Berikut adalah fakta mengenai tanaman janda bolong yang dirangku Okezone, Sabtu (26/9/2020). 

1. Satu Tangkai Rp30 Juta

Seorang warga dari Desa Kenokorejo yakni Nano Priyanto, berhasil menyulap halaman rumahnya menjadi kebun tanaman hias. Beragam tanaman yang dia jual, salah satunya monstera obliqua atau janda bolong.

Baca Juga: Ternyata Tahapan Panen Biji Kopi Bisa Pengaruhi Nilai Jual

Nano mengatakan, untuk harga tanaman hias sendiri cukup bervariasi, untuk monstera obliqua bisa mencapai Rp30 juta per tangkai daun. 

2. Ciri Khas

Tanaman janda bolong memiliki ciri khas bolong pada helaian daunnya, memiliki nilai fantastis hingga ratusan juta Rupiah.

3. Tiga Jenis Janda Bolong

Terdapat tiga jenis dari tanaman dengan nama latin Monstera Adan Soni’i. Di antaranya, Janda bolong regular non varigata yang dibanderol ratusan ribu Rupiah, janda bolong varigata yang berkisar hingga puluhan juta Rupiah.

Dan yang terakhir Janda Bolong Obliqua yang merupakan jenis tanaman Janda Bolong dengan harga tertinggi. Sebab nilai estetika daun berpola yang sangat tipis.

4. Diekspor

Saat ini tanaman tersebut sudah berhasil masuk ke dalam pasar ekspor sejumlah negara seperti Benua Amerika dan Eropa, walaupun terkadang terjadi kendala saat membutuhkan izin pengiriman ekspor ke luar negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini