Ada WFH, Bagaimana Nasib Perkantoran saat PSBB Jakarta Diperpanjang?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 470 2283446 ada-wfh-bagaimana-nasib-perkantoran-saat-psbb-jakarta-diperpanjang-9xHNCfBSyx.jpg Ruang Kantor (Shutterstock)

JAKARTA - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta membuat sektor perkantoran akan terkena imbasnya. Sebab beberapa perusahaan memutuskan untuk kembali menerpak Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan para penyewa diperkirakan akan melakukan negosiasi ulang dengan pemilik kantor. Apakah untuk jangka waktu pembayaran ataupun uang sewa yang harus dibayarkan oleh tenant.

 Baca juga: Ragam Desain Rumah, dari Art Deco hingga Minimalis

Hal tersebut karena para penyewa atau tenant ini mengalami penurunan pendapatan atau omset. Ditambah juga dengan pemberlakuan kebijakan Work From Home.

"Omzet mereka akan menurun lagi, dan penyewa pada akhirnya akan kembali untuk bernegosiasi dengan pemilik bangunan untuk sewa dan jangka waktu pembayaran," ujarnya kepada Okezone, Jumat (25/9/2020).

 Baca juga: Konsep Klasik Ruang Keluarga yang Penuh Kehangatan

Menurut Ferry, hal tersebut memang cukup berat bagi para penyewa. Karena beberapa penyewa masih belum pulih sepenuhnya dari PSBB tahap pertama, dan kini sudah dihadapkan kembali dengan kebijakan pembatasan tahap kedua.

"Di sisi tenant, meski belum pulih dari situasi awal PSBB, kini mereka harus kembali mengalami kesulitan baru di fase kedua," kata Ferry.

 Baca juga: Desain Dinding Rumah yang Menarik Mata Tetangga

Hal tersebut nantinya akan berefek domino kepada para pemilik bangunan. Karena pengaruhnya pada pemilik bangunan terkait ruang kantor yang nantinya akan disediakan.

"Untuk sektor komersial seperti perkantoran, PSBB tahap II tentunya akan mengembalikan kami ke posisi semula, dimana perkantoran diharapkan menerapkan sistem work from home (WFH) kepada seluruh karyawannya. Dengan begitu, seperti yang mungkin sudah pernah kita alami sebelumnya, berdampak pada ruang yang dibutuhkan perusahaan," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini