5 Fakta Mencengangkan Nasib Pengusaha Mal saat PSBB Diperpanjang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 28 September 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 320 2284526 5-fakta-mencengangkan-nasib-pengusaha-mal-saat-psbb-diperpanjang-oozz5koMOm.jpg Pemprov DKI Perpanjang PSBB. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta lantaran kasus penularan Covid-19 masih berpotensi meningkat bila pelonggaran diberlakukan. Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 mengatur perpanjangan PSBB selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.

Lantas bagaimana tanggapan pengusaha terkait kebijakan tersebut? Terkait hal itu Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Jakarta, Senin (28/9/2020).

1. PSBB Perpanjangan Membuat Pengusaha Mal Kian Tercekik

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan kebijakan itu membuat pengelola mal semakin terpuruk. Sebab, sejak diberlakukannya kembali PSBB pada 14 September 2020 pengunjung mal semakin sepi.

“Perpanjangan PSBB Ketat ini akan semakin membuat kondisi usaha semakin terpuruk,” kata Alphonzus saat dihubungi.

2. Pengunjung Mal Akan Terus Menurun

Dia menjelaskan, sejak PSBB kembali diperketat tercatat pengunjung mal hanya tersisa 10% hingga 20% saja jika dibandingkan dengan konsisi normal.

“Sejak PSBB Ketat diberlakukan mulai 14 September 2020 yang lalu ternyata mengakibatkan tingkat kunjungan turun drastis sehingga tinggal hanya tersisa 10% - 20% saja,” ujarnya.

3. Akan Terjadi Gelombang PHK Pekerja Mal

Alphonzus Widjaja mengatakan dampak dari PSBB diperpanjang, maka nantinya pihak pengelola akan mengambil langkah tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan. Sebab, pemasukan perusahaan sedang mengalami terkanan akibat pengunjung belum normal.

“Kalau PSBB Ketat berlangsung terus menerus maka dikawatirkan akan terjadi lagi gelombang PHK,” kata Alphonzus saat dihubungi.

4. Minta Relaksasi Pajak

Dia berharap pada perpanjangan masa PSBB perpanjangan ini Pemprov DKI memberikan relaksasi perpajakan berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ), Pajak Reklame dan Pajak Parkir.

“Pusat Perbelanjaan berharap Pemerintah Daerah memberikan relaksasi atas perpajakan yaitu pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ), Pajak Reklame dan Pajak Parkir,” katanya.

5. Pengelola Mal Akan Tetap Patuhi Aturan PSBB

Dia mengakui akan menghargai keputusan itu karena memang pertumbuhan kasus baru Covid-19 tidak menunjukkan adanya penurunan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah kebijakan tegas dalam memutus mata rantai virus corona.

“Saat ini tidak ada jalan lain terpaksa harus memperpanjang PSBB Ketat untuk periode kedua dikarenakan jumlah kasus positif tidak kunjung berkurang namun malah cenderung meningkat terus jumlahnya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini