Erick Thohir: Kalau Kesehatan Tak Diselesaikan, Lupakan Ekonomi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 28 September 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2284781 erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi-bWSqTgATIW.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, bila krisis kesehatan akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia belum teratasi dengan baik, maka penanganan ekonomi nasional perlu ditinggalkan.

Dirinya pun menyinggung program-program yang dijalankan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berdasarkan skema yang ditetapkan yakni Indonesia sehat, Indonesia tumbuh, dan Indonesia bekerja.

Baca Juga: Pengusaha Tak Khawatir dengan Resesi, Tapi....

"Program komite sejak awal adalah Indonesia Sehat, tidak pernah bicara Indonesia bekerja atau Indonesia tumbuh. Tapi Indonesia sehat, karena kalau kesehatan tidak diselesaikan, lupakan ekonomi," ujar Erick, Senin (28/9/2020).

Ketua Pelaksana PCPEN itu pun meyakini bila krisis kesehatan akan dapat diatasi oleh pemerintah melalui berbagai upaya yang tengah dikerjakan saat ini, salah satunya adalah memproduksi vaksin Covid-19.

Baca Juga: Kabar Baik, BLT Subsidi Gaji Diperpanjang hingga Tahun Depan

Pihaknya menargetkan pada Desember 2020 terdapat 30 juta dosis vaksin yang bisa dilakukan vaksinasi atau penyuntikan kepada masyarakat. Selanjutnya, pada Januari-Maret 2021 pihaknya akan menambahkan 30 juta dosis vaksin. Bahkan, pada April-Desember tahun depan ada tambahan 220 juta-280 juta dosis vaksin.

"Berarti total kumulatif 340 juta, ini bagus untuk memastikan keamanan buat masyarakat kita karena vaksin ini kan buat yang sehat," katanya.

Upaya lain dalam menangani krisis kesehatan adalah dengan mendorong kemampuan perusahaan farmasi dalam negeri menyediakan alat kesehatan dan obat-obat esensial untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. Saat ini Kimia Farma tengah memproduksi favipiravir dan sudah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Meski demikian, dia mengaku bahwa apa yang dilakukan belum sempurnah. "Apakah sempurna, tidak. Sempurna hanya milik Allah. Tapi pemerintah hadir dan bekerja 24 jam untuk memastikan rakyat terlindungi dengan vaksin ini," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini