Masker Impor yang Beredar di Indonesia Banyak yang Tak Sesuai Standar

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 28 September 2020 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2285062 masker-kain-ber-sni-ri-kebanyakan-barang-impor-di-bawah-standar-ocgX5NDO9s.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah merumuskan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker dari kain. Hal ini nantinya menjadi standar beredarnya masker kain di Indonesia.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai bahwa label SNI untuk masker kain ini sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Baca Juga: SNI Masker Kain, Pedagang Seharusnya Dibantu

"Standar ini sejatinya penting untuk perlindungan konsumen karena kita banyak kemasukan barang impor yang di bawah standar," katanya ketika dihubungi pada Senin (28/9/2020). 

Dia menilai, saat ini di pasar tanah air kebanjiran produk impor yang kualitasnya di bawah standar. Dengan adanya standar ini bisa membatasi produk impor tersebut.

Meski begitu, menurutnya, pemerintah tidak bisa langsung menerapkan SNI masker ini. Pemerintah harus melakukan sosialisasi terhadap penggunaan masker ini, apalagi terhadap UMKM pembuat masker kain. 

"Harus sosialisasi dan ada special treatment untuk UMKM ini," jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah harus memberikan stimulus atau bantuan kepada UMKM terkait SNI maker kain. Sebab, dari segi pembiayaan atau teknis UMKM tidak memiliki kapasitas itu.

"Perlu ada stimulus dan pendampingan terkait hal ini. Apalagi saat ini pemerintah sedang ada program stimulus untuk UMKM. jadi hal ini bisa digunakan," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini