Namun menurut Safir, untuk pos kebutuhan hidup ini bisa lebih fleksibel. Karena ada beberapa orang yang justru memiliki cicilan yang tujuannya juga untuk biaya hidup.
Oleh karena itu, dirinya mematok pos kebutuhan hidup maksimal adalah 80%. Dengan catatan jika cicilan yang dimiliki digunakan untuk kebutuhan hidup seperti belanja dengan menggunakan kartu kredit.
"Tapi jangan lupa, ada 30% cicilan utang kan? Nah banyak orang yang ngutangnya untuk biaya hidup juga. contoh misalnya dia pakai kartu kredit untuk pergi ke supermarket gitu ya. Supermarket dia belanja pakai kartu kredit," jelasnya
Kemudian untuk investasi, alokasi anggarannya adalah sebesar 10% dari penghasilan. Kemudian untuk asuransi ada baiknya menyiapkan 10% dari penghasilan setiap bulan.
"Tabungan dan investasi minimal 10%, lebih boleh. Tapi jangan kurang, ada orang yang bisa menabung 30%," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.