BUMN Bakal Jadi 4 Kelompok, dari Pencari Surplus hingga Calon Dibubarkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 320 2286092 bumn-bakal-jadi-4-kelompok-dari-pencari-surplus-hingga-calon-dibubarkan-BHYirJ221E.jpg Kementerian BUMN (Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus melakukan transformasi bagi perusahaan pelat merah. Selain akan akan melikuidasi 14 BUMN melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA, dia pun tengah mengklasifikasi atau memetakan perseroan negara ke dalam empat kelompok.

Staf Khusus Erick Thohir Arya Sinulingga mengatakan, pemetaan empat kelompok BUMN itu ditujukan agar perseroan mampu memainkan peran dan memenuhi fungsi ekonomi dan sosialnya.

 Baca juga: Erick Thohir Bakal Bubarkan 14 BUMN

"Saat ini fokus BUMN memenuhi nilai ekonomi dan layanan publik. Transformasi yang kita lakukan adalah melakukan klasifikasi BUMN berdasarkan ekonomi dan layanan publik atau keduanya. Dulu disebutkan BUMN tugasnya cari uang, tapi sosial juga. Nah kita sekarang sudah petakan jadi empat kelompok," ujar Arya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Empat klasifikasi BUMN itu di antaranya, surplus creators, strategic value, welfare creators, dan dead-weight. Adapun rincian perseroan pelat merah yang masuk dalam pembagian empat kelompok ini antara lain.

 Baca juga: Dahlan Iskan soal Superholding BUMN: Belum Mendesak

Pertama, surplus creators di antaranya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI, PT Bank Mandiri (Persero), PT Semen Indonesia, Mind.id, Indonesia Port Corporation (IPC), PT Krakatau Steel, PT Len Industri (Persero), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Waskita Karya (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero).

Kedua, strategic value. Yang kelompok ini adalah Beberapa BUMN yang masuk kelompok ini adalah PT Bank BTN (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom, PT Bank BRI (Persero), PT Pertamina (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Biofarma (Persero). Kelompok ini bertugas mengumpulkan uang bagi negara.

Baca juga: Subholding BUMN Ditarget Rampung dalam 2 Tahun, Begini Bocorannya

Ketiga, welfare creators. BUMN yang masuk kelompok ini adalah PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Damri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kelompok ini bertugas memaksimalkan pelayanan publik atau sosial.

Keempat, dead-weight kelompok ini, kata Arya, akan dibubarkan karena tidak lagi menghasilkan nilai ekonomi dan layanan publik. "Enggak bisa diapa-apain lagi, Pilihannya dilebur, dibubarkan," katanya.

Arya juga mengatakan, Erick Thohir akan membubarkan 14 perseroan pelat merah. Arya merinci BUMN yang akan dipertahankan dan dikembangkan itu ada 41 BUMN, yang dikonsolidasikan atau dimerger 34 BUMN, yang akan dikelola dan dimasukkan ke PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA 19, dan yang dilikuidasi dicairkan melalui PPA sebanyak 14 perseroan.

"BUMN yang akan dipertahankan, dikembangkan itu ada 41 BUMN, yang dikonsolidasikan atau merger 34, yang akan dikelola dimasukkan ke PPA 19, dan yang dilikuidasi dicairkan melalui PPA ada 14," ujar Arya.

Langkah likuidasi, kata Arya, dilakukan melalui PPA karena Kementerian BUMN tak memiliki wewenang langsung untuk membubarkan perusahaan BUMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini