Harga Standar Tes Swab Masih Dikaji, Harus Ada yang Untung?

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286942 harga-standar-tes-swab-masih-dikaji-harus-ada-yang-untung-rjD8z6KDZa.jpg Swab Test (Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan terkait harga PCR atau swab test masih terus dikaji. Dia mengatakan bahwa pengkajian ini untuk memastikan harganya dapat dijangkau oleh masyarakat.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan tarif swab berkisar antara Rp493.000 sampai R797.000.

 Baca juga: Simulasi Vaksin Covid-19, Pekerja 18-59 Tahun Jadi Prioritas

“Masih dikaji terus oleh pemerintah karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (1/10/2020).

Dia menuturkan bahwa selain daya jangkau masyarakat, penentuan harga juga mempertimbangkan keuntungan bagi laboratorium penyedia layanan test. Dia mengatakan bahwa penetapan harga nantinya tetap memungkinkan untuk ambil untung.

 Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Rp163 Miliar Sertifikasi 10.000 Produk Farmasi dan Alat Kesehatan

“Kita harus memastikan bahwa penyelenggara tes tersebut juga bervariasi dan memang sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. Dan tentunya pasti mengambil untung juga pasti harus dilakukan. Tapi dengan jumlah yang terbatas karena ini adalah masa pandemi. Sehingga toleransi yang terjadi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Wiku mengatakan jika sudah ditetapkan pemerintah akan mengumumkan kepada publik.

“Itu nanti akan kami umumkan kepada publik setelah semua kajian tersebut selesai,” pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini