Tarif Listrik Turun Tanpa Syarat, Simak 6 Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 320 2287884 tarif-listrik-turun-tanpa-syarat-simak-6-faktanya-6ualpal5k5.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tarif listrik untuk tujuh golongan pelanggan nonsubsidi resmi turun mulai 1 Oktober 2020. Penurunan tarif listrik termuat dalam Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) tanggal 31 Agustus 2020.

Dengan hal ini maka harga per KWh untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya Rp1.467 per kWh kini turun menjadi Rp1.444,70 per kWh atau turun Rp22,5 per kWh. Penetapan ini berlaku untuk bulan Oktober sampai Desember 2020.

Berdasarkan perubahan empat parameter tersebut, tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah akan dilakukan penyesuaian (diturunkan), sedangkan untuk pelanggan nonsubsidi tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap mengacu tarif periode sebelumnya Juli-September 2020.

Baca Juga: Dicek Ya, Daftar Lengkap Pelanggan yang Tarif Listriknya Turun 

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini dan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, serta tetap mendukung daya saing pelanggan bisnis dan industri.

"Sedangkan untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tarifnya tetap, sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli-September 2020. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp1.352 per kwh," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Dari penurunan tarif listrik ini, ada sejumlah fakta menarik yang bisa dibahas. Seperti dirangkum Okezone, Minggu (4/10/2020), berikut faktanya:

 

1. Penurunan Tarif Hanya 3 Bulan

Penurunan tarif listrik hanya berlaku selama tiga bulan saja. Penurunan terhitung mual Oktober hingga Desember 2020.

2. Perhitungan Penyesuaian Tarif Listrik

Harga per KWh untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya Rp1.467 per kWh kini turun menjadi Rp1.444,70 per kWh atau turun Rp22,5 per kWh.

Sedangkan untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tarifnya tetap, sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli-September 2020. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp1.352 per kwh

 Anggaran Subsidi Listrik Bakal Meningkat di Tahun Ini

3. Alasan Pelanggan Non Subsidi Disesuaikan

Tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah akan dilakukan penyesuaian (diturunkan), sedangkan untuk pelanggan nonsubsidi tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap mengacu tarif periode sebelumnya Juli-September 2020.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini dan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, serta tetap mendukung daya saing pelanggan bisnis dan indus

4. Kurangi Beban Masyarakat di Tengah Covid

Penurunan tarif ini dapat mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi covid-19. Meskipun penurunan tersebut dianggap masih kecil oleh sebagian kecil masyarakat.

5. Daftar Pelanggan 

Ada beberapa pelanggan yang akan menikmati penurunan tarif listrik. Seperti pelanggan R-1 TR 1300VA, R-1 TR 2200 VA, R-2 TR 3500 VA -5500 VA, R-3 TR 6600 VA, B-2 TR 6600 VA - 200 kVA, P-1 TR 6600 VA sd 200 kVA, P-3 /TR

Sementara untuk pelanggan Rumah Tangga daya 450 VA mendapatkan diskon 100% (digratiskan) dan pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi mendapatkan diskon 50% yang sudah dimulai sejak April 2020. Selain itu, keringanan juga diberikan bagi pelanggan Bisnis kecil daya 450 VA dan Industri kecil daya 450 VA dengan diskon 100% .

6. Tanpa Syarat

Executive Vice President Communication and CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, penurunan tarif listrik bagi golongan tegangan rendah ini tidak menyertakan syarat apapun.

"Silahkan nikmati penurunan tarif ini. Dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman," tambah Murdifi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini