Elon Musk Sebut SpaceX dan Tesla Bisa Bernilai Rp0, Kok Bisa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 455 2288147 elon-musk-sebut-spacex-dan-tesla-bisa-bernilai-rp0-kok-bisa-tJmdekABhg.jpg Elon Musk (Ilustrasi: Fox Business)

JAKARTA - Kesuksesan Elon Musk tak terlepas dari moncernya kinerja SpaceX dan Tesla. Bahkan, bahkan dua perusahaan tersebut membuat Elon Musk kini menjadi orang terkaya nomor 3 di bawah Jeff Bezos dan Bill Gates.

Namun baru-baru ini, Elon Musk mengeluarkan pendapat yang mengejutkan. Lewat akun twitternya, Elon Musk menyebut sebesar 90% kemungkinan jika SpaceX dan Tesla akan bernilai USD0.

“Pada hari-hari awal, saya pikir ada lebih dari 90% kemungkinan bahwa SpaceX dan Tesla akan bernilai USD0,” tulis Musk mengutip dari CNBC, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga: Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19 

Meskipun kemungkinannya besar, namun Musk tidak gentar dan terus melangkah maju dengan merencanakan bisnis jangka panjang. Bahkan, Musk menginvestasikan jutaan dolar kepada SpaceX dan Tesla.

Musk yang dilaporkan menghasilkan sekitar USD200 juta atau sekitar Rp2,9 triliun dari penjualan PayPal dan USD1,5 miliar atau Rp22,3 triliun ke eBay pada 2002. Dari dana tersebut, Musk menggunakan USD100 juta atau sekitar Rp2,4 triliun untuk memulai SpaceX pada 2002 dan USD6,3 juta atau sekitar Rp93,7 miliar untuk Tesla pada 2004.

Baca Juga: Janda Steve Jobs Punya Harta Rp291,9 Triliun, Ternyata Ini Sumber Duitnya

“Saya pikir peluang sukses kami sangat rendah sehingga saya tidak ingin mengambil risiko dana siapa pun pada awalnya kecuali dana saya sendiri,” kata Musk tentang Tesla

Musk menyebut ketika itu banyak orang yang mengatakan dan menasihatinya bahwa uang dari PayPal akan hilang. Musk pun menjawab dengan santai bahwa kemungkinan tetap ada tapi dirinya akan tetap mencoba.

“Semua orang mengatakan saya akan kehilangan semua uang dari PayPal saya, lalu saya katakan ya anda mungkin benar tapi itu tetap patut dicoba,” jelasnya.

Pada awalnya, kesuksesan memang tampak seperti tembakan panjang. SpaceX dan Tesla menghadapi kendala besar, bahkan kedua perusahaan hampir bangkrut pada 2008.

Awalnya, SpaceX mengalami serangkaian kegagalan. Tiga peluncuran pertama Falcon 1, roket pertama yang dapat digunakan kembali, gagal mencapai orbit.

Ini sangat mengganggu bagi Musk, karena tujuannya menciptakan SpaceX adalah untuk menciptakan kendaraan yang dapat digunakan kembali dan membuat kehidupan multiplanet.

“Kegagalan keempat akan benar-benar permainan berakhir. Untungnya, peluncuran keempat, yang merupakan uang terakhir yang kami miliki untuk Falcon 1 - yang keempat peluncuran berhasil. Atau itu akan menjadi - itu akan menjadi itu untuk SpaceX,” jelasnya.

Setelah itu, perusahaan tersebut dapat memperoleh kontrak pemerintah dari NASA senilai sekitar USD1,6 miliar atau sekitar Rp23,8 Triliun.

Demikian pula, ketika Musk berinvestasi dalam apa yang kemudian disebut Tesla Motors di awal tahun 2000-an. Ketika itu, Tesla merupakan salah satu perusahaan di industri otomotif yang tidak diunggulkan.

Musk menghadapi penentang karena tidak ada yang membuat mobil listrik. Pada saat itu, hanya kendaraan listrik hibrida, dengan gas dan motor listrik, yang memasuki pasar AS.

Pada 2008, Tesla kehabisan dana dan telah menghadapi masalah produksi dengan rilis pertamanya, Tesla Roadster.Tetapi Tesla akhirnya menerima investasi yang membantunya tetap bertahan dan pada 2010, perusahaan itu go public.

Pada tahun 2012, Tesla memulai produksi Tesla Model S, yang merupakan model yang lebih terjangkau dan lebih ramah konsumen daripada Roadster. Model S bahkan dinobatkan sebagai Car of the Year 2013 oleh MotorTrend.

Saat ini, terlepas dari prediksi awal Musk, baik SpaceX dan Tesla telah memecahkan rekor dan menjadikan Musk orang yang sangat kaya. Menurut outaran pendanaan Agustus, SpaceX bernilai USD46 miliar atau sekitar Rp684 triliunz.

Perusahaan membuat sejarah ketika berhasil meluncurkan dua astronot NASA ke orbit untuk pertama kalinya pada 30 Mei dan dengan melakukan itu, Musk mencapai tonggak sejarah dalam penerbangan luar angkasa manusia dan selangkah lebih dekat untuk mencapai ambisi Mars-nya.

Tesla memiliki nilai pasar saat ini sekitar USD379 miliar atau sekitar Rp5.637 triliun. Tahun ini, Tesla menjadi produsen mobil paling berharga di dunia setelah kapitalisasi pasarnya melampaui Toyota untuk pertama kalinya pada 1 Juli.

“Saya benar-benar yakin saham itu dinilai terlalu tinggi, tetapi akan bernilai lebih dalam lima tahun," katanya kepada Kara Swisher beberapa waktu lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini