Share

Harga Minyak Turun, Medco Rugi Rp1,42 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 278 2288645 harga-minyak-turun-medco-rugi-rp1-42-triliun-ADG4c1XVXh.jpg Harga minyak (Shutterstock)

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk mengalami penurunan kinerja pada semester I-2020. Dalam laporan keuangan per semester I-2020, Medco Energi Internasional mencatatkan rugi bersih sebesar USD96 juta atau sekitar Rp1,42 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD) pada semester I-2020.

Catatan rugi bersih ini menyusul turunnya pendapatan usaha Medco sebesar 11,33% (year on year/yoy). Pada semester I-2019, pendapatan Medco mencapai USD596,88 juta atau sekitar Rp8,85 triliun menjadi USD551,76 juta atau sekitar Rp8,18 triliun pada semester I-2020.

 Baca juga: Medco Bakal Buyback 1% Saham Senilai Rp44,7 Miliar

CEO Medco Roberto Lorato mengatakan, penurunan kinerja ini akibat adanya pandemi. Sebab, pandemi virus corona membuat harga minyak di kuartal II-2020 berada di bawah USD30 barel per hari.

"Menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi covid-19 mengakibatkan harga minyak di kuartal II-2020 berada di bawah USD30 per barel per hari dan memangkas permintaan gas ke level minimum," ujarnya mengutip pernyataan resmi, Senin (5/10/2020).

 Baca juga: Laba Bersih Medco Energi Naik 29,68% di Kuartal I-2019

Menyikapi kondisi luar biasa ini MedcoEnergi menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan di tempat kerja untuk melindungi pekerja dan menjaga keberlangsungan usaha. Perusahaan juga mengurangi pengeluaran sebesar USD200 juta dan merevisi panduan produksi tahun 2020 menjadi 100 - 105 mboed.

"Namun untuk mengantisipasi masa depan yang lebih baik, segmen minyak dan gas bumi akan terus berinvestasi dalam eksplorasi dan proyek lain memberikan nilai tambah, sedangkan di bidang ketenagalistrikan, Medco Power tengah menyelesaikan Proyek CCGPP Riau 275MW," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan ikhtisar keuangan Medco di semester I-2020, ada beberapa hal yang terangkum. Pertama adalah menyelesaikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang oversubscribed sebesar 43% senilai Rp 1,78 triliun atau USD120 juta dengan partisipasi 98% pemegang saham.

Lalu EBITDA Medco di semester I-2020 turun 5% (yoy) menjadi USD305 juta atau sekitar Rp4,52 triliun. Efisiensi biaya dan sinergi dari integrasi Ophir mampu mengurangi biaya overhead sebesar USD17 juta atau sekitar Rp252 miliar sehingga mempertahankan EBITDA untuk tetap stabil meski terjadi penurunan permintaan energi dan turunnya realisasi harga minyak sebesar 39% atau USD38,7 per barel di semester I-2020, dibandingkan dengan harga di semester I-2019 sebesar USD63,6 per barel.

Medco membukukan rugi bersih di semester I-2020 sebesar USD96 juta atau sekitar Rp1,42 triliun. Keuntungan dari segmen minyak dan gas serta ketenagalistrikan mampu mengimbangi kerugian di bisnis pertambangan melalui PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), impairment keuangan akibat harga minyak, dan kerugian pada operasi yang dihentikan.

Meskipun begitu, likuiditas Medco tetap kuat dengan posisi kas dan setara kas sebesar USD695 juta atau sekitar Rp10,3 triliun per 30 Juni 2020 atau naik dari posisi USD595 juta atau sekitar Rp8,82 triliun pada akhir tahun lalu.

Medco telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020 hingga 2021 dengan rata-rata harga di level USD48 per barel dan USD42 per barel untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih rendah.

Pada Juni 2020, Medco menandatangi perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa production sharing contract (PSC) di Indonesia guna menjaga agar pendapatan perusahaan dari produksi gas tidak berubah. Hal ini mengacu pada penyesuaian harga gas konsumen sesuai Keputusan Menteri No. 89K/2020 dan No. 91K/2020.

Belanja modal Medco di semester I-2020 sebesar USD178 juta atau sekitar Rp2,6 triliun. Angka ini terdiri dari USD120 juta atau sekitar Rp1,77 triliun pada bisnis migas untuk penyelesaian proyek Meliwis di Jawa Timur pada bulan Juli, pengeboran eksplorasi yang berhasil di South Natuna, dan USD58 juta atau sekitar Rp859 triliun pada Medco Power untuk pembangunan Riau CCGPP serta pengeboran eksplorasi panas bumi Ijen.

Pada kuartal I-2020, MEDC melakukan tender offer untuk obligasi 144A/Reg S Senior Notes sebesar USD400 juta atau sekitar Rp5,93 triliun dan pada bulan Agustus melaksanakan call option atas sisa utang.

Utang bruto MEDC tercatat sebesar USD2,7 miliar atau turun 8% (yoy) di semester I-2020 dengan utang bersih sebesar USD2.074 juta atau turun 5% (yoy). Rasio utang bersih terhadap EBITDA pada akhir semester I-2020 tercatat sebesar 3,7 kali. MEDC akan mempertahankan target leverage 3 kali dan akan terus mengurangi utang dengan ekspektasi bahwa harga komoditas akan pulih kembali dalam waktu dekat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini