Anggota DPR: UU Cipta Kerja akan Genjot Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288555 anggota-dpr-uu-cipta-kerja-akan-genjot-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-Zt7fCNv5Zr.jpeg RUU Omnibus Law Cipta Kerja Segera Disahkan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA -- Undang-Undang Cipta Kerja akan melesatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan Indonesia bisa naik kelas, terbebas dari middle income trap.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar M Sarmuji mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang moderat menyebabkan Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Baca Juga: RUU Ciptaker, Buruh Tolak Kontrak Kerja Seumur Hidup

"Indonesia tidak akan bisa naik kelas hanya dengan pertumbuhan biasa-biasa saja. Karena itu, kita membutuhkan pendorong agar bisa tumbuh lebih tinggi," katanya, Senin (5/10/2020). 

UU Cipta Kerja, lanjutnya, mengatasi masalah disharmoni peraturan perundangan, tumpang tindih kebijakan, ruwetnya birokrasi, ketidakpastian hukum dan segala hal yang selama ini dikeluhkan para pengusaha. 

"Dengan mengatasi soal ini, separuh urusan pengusaha bisa terselesaikan," katanya.

Sarmuji berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal tumbuh tinggi karena selama ini investasi Indonesia tumbuh datar-datar saja. 

Iklim investasi Indonesia kalah bersaing dengan negara lain. 

Baca Juga: UMK Dihapus di RUU Ciptaker, Jadi Alasan Buruh Mogok Nasional

"Jika investasi tidak masuk, kita kesulitan menggerakkan ekonomi, karena dengan hanya mengandalkan modal APBN saja tidak bisa mencukupi kebutuhan pendanaan," jelasnya. 

Dengan UU Cipta Kerja, lanjutnya, Indonesia tidak lagi bertumpu kepada konsumsi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kepada investasi. 

Investasi bisa menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Jika konsumsi mendorong pertumbuhan dari sisi permintaan, investasi mendorong pertumbuhan dari sisi penyediaan. 

Pada gilirannya, kita juga bisa mengurangi impor, terutama pada barang substitusi. "Ini menyelesaikan banyak soal, termasuk soal neraca perdagangan yang hampir selalu tekor," tuturnya.

Dengan segala kelebihan UU Cipta Kerja, Sarmuji optimistis pertumbuhan ekonomi akan menemukan pendorongnya. 

“Jika pemerintah bisa segera mengoperasionalisasikan UU ini, Insya Allah pertumbuhan ekonomi 5 persen pada tahun 2021 akan bisa tercapai dan tumbuh lebih tinggi lagi pada tahun-tahun selanjutnya”, tegas Sarmuji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini