UU Cipta Kerja Disahkan, Pengusaha Sebut Lapangan Pekerjaan Semakin Besar

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 320 2289180 uu-cipta-kerja-disahkan-pengusaha-sebut-lapangan-pekerjaan-semakin-besar-EIxahGTI4G.jpg Lowongan Kerja (Shutterstock)

JAKARTA - Para pengusaha menyambut baik disahkannya Rancangan Undang-undang Cipta Kerja sebagai Undang-Undang (UU). Menurut mereka adanya RUU Ciptaker ini diharapkan bisa mendorong perekonomian.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, UU Cipta Kerja dapat meningkatkan investasi. Hal ini akan berefek domino kepada penyediaan lapangan kerja.

 Baca juga: UU Cipta Kerja, Pengusaha Diuntungkan?

Sebab menurutnya, adanya UU ini mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat selama ini. Khususnya dalam mempermudah proses perizinan.

“UU tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan, kemudahan bagi pelaku usaha terutama UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (6/10/2020).

 Baca juga: Imbas UU Ciptaker Disahkan, Menko Airlangga Blakblakan soal Ketersediaan Lapangan Kerja

Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat yang berdampak luas bagi perekonomi. Banyak masyarakat juga yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan akibat adanya pandemi virus corona.

Karena para pengusaha sangat terpukul dengan adanya pandemi membuat keuangan perusahaan berdarah-darah. Dengan banyaknya investasi yang masuk, lapangan perkerjaaan akan semakin terbuka dan meluas.

 Baca juga: UU Ciptaker Disahkan, Ekonom: Investor Ogah Masuk ke Indonesia

“Kejadian pandemi COVID-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha yang sangat signifikan, RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi,” kata Rosan.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam RUU Cipta Kerja telah dilakukan perubahan dan penyederhanaan terhadap 79 UU dan 1.203 Pasal, sampai pada 7 Februari 2020 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan Surat Presiden (surpres) dan draf RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani. RUU yang disahkan itu mencakup 15 bab dan 174 pasal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini