JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk tidak panic buying dalam membeli bahan pangan atau makanan imbas ekonomi Indonesia yang terancam resesi karena diprediksi pertumbuhan negatif.
Panic buying adalah tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa untuk mengantisipasi atau setelah bencana atau bencana yang dirasakan, atau mengantisipasi kenaikan harga.
Baca Juga: Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menyebut masyarakat tidak perlu panic buying jelang adanya ancaman resesi tersebut.
"Kita tidak perlu (panic buying). Dan kita harus mulai menyesuaikan, seperti apabila tidak ada daging kita masih bisa makan telur dan lain sebagainya," ujar dia kepada Okezone, Rabu (7/10/2020).
Baca Juga: Korban PHK Harus Move On, Yuk Coba Merintis Bisnis
Lalu, lanjut dia, apabila tidak ada masker atau hand sanitezer di pasaran kita bisa membuat sendiri. Maka itu barang yang tidak ada bisa digantikan dengan barang yang sesuai atau semua pihak bisa menciptakannya sendiri.