Harga Emas Naik Tipis Menanti Kepastian Pilpres AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2290828 harga-emas-naik-tipis-menanti-kepastian-pilpres-as-xBtfdjL4cB.jpg Harga Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) karena ketidakpastian tentang pemilihan presiden (pilpres) AS dan taruhan bahwa stimulus baru akan mendorong inflasi mengimbangi peningkatan selera investor untuk aset berisiko.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.889,50 per ounce. Sementara, harga emas berjangka AS menetap 0,2% lebih tinggi pada ke level USD1.895,10.

Baca Juga: Badai Raksasa Mendekat, Harga Minyak Dunia Melonjak 3%

Head of commodity strategies di TD Securities Bart Melek mengatakan, sementara ada peningkatan selera risiko yang cukup kuat dengan dolar yang kuat juga membebani namun ekspektasi inflasi tetap menjaga harga emas.

“Kami tidak mengatakan bahwa akan ada masalah inflasi segera, tetapi kekhawatirannya adalah jika kebijakan berlanjut dan diulangi setelah pemilu, maka kami kemungkinan akan melihat baik dolar yang lebih rendah dan nilai tukar riil yang kemungkinan akan bergerak lebih rendah," katanya.

Sementara itu, kenaikan harga emas juga dibatasi penguatan Wall Street karena komentar Presiden AS Donald Trump meningkatkan harapan untuk stimulus fiskal baru, bahkan ketika pemulihan di pasar tenaga kerja berjuang untuk mendapatkan momentum.

Data AS pada Kamis menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, tetapi jumlahnya tetap tinggi.

Emas masih naik 24% sepanjang tahun ini, didorong oleh stimulus pemerintah dan bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia untuk menghidupkan kembali ekonomi karena dipandang sebagai lindung nilai inflasi dan perlindungan yang aman selama ketidakpastian ekonomi dan politik.

“Ini (emas) akan bergerak lebih tinggi, itu akan menjadi tidak stabil. Itu akan menjadi kenyataan untuk bulan depan menjelang pemilihan, itu akan menjadi benar untuk dua bulan setelah pemilihan," kata managing partner of CPM Group Jeffrey Christian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini