Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi RI?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2291206 aksi-demo-tolak-uu-cipta-kerja-bagaimana-dampaknya-ke-ekonomi-ri-x0Xbdu6Hzm.jpg Ekonomi Turun (Shutterstock)

JAKARTA - Aksi demo penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang berlangsung kemarin bakal mempengaruhi perekonomian Indonesia. Apalagi jika aksi tersebut dilakukan secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, dampak aksi demo yang dilakukan kemarin memang tidak terlalu besar jika hanya dilakukan sehari. Namun jika dilakukan berhari-hari dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian.

 Baca juga; IHSG Lesu akibat Demo UU Ciptaker tapi Tak Akan Lama

"Kalau kita lakukan tiap hari berpengaruh. Tapi kalau cuma kita lakukan kemarin dampaknya minimal. Tapi kalau ajak teman-teman bakar-bakar lagi saya kira pengaruh," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (9/10/2020).

Apalagi jika aksi tersebut juga sampai merusak fasilitas umum. Seperti misalnya pembakaran halte Trans Jakarta, hingga rumah makan atau restoran.

 Baca juga; IHSG Dibuka Melemah Tipis ke 5.033 Pasca-Demo UU Ciptaker

"Tanya sama yang rumahnya dibakar, restorannya dibakar kalau saya enggak bisa menghitungnya," jelasnya.

Belum lagi nama Indonesia di kancah internasional pun ikut tercoreng. Bisa saja jika dilakukan secara terus menerus akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan investor yang masuk ke Indonesia.

"Kita cinta Indonesia tapi kita bikin nama baik Indonesia tercoreng di internasional. Dimana cintanya kita kepada Indonesia," jelasnya.

Piter mengaku heran dengan massa aksi yang melakukan pengrusakan dan pembakaran pada fasilitas milik negara. Apalagi jika aksi pembakaran tersebut dilakukan atas dasar cinta kepada negara.

"Kita kayaknya enggak mencintai negara kita. Kita berkoar koar tapi kita justru memecah belah negara kita sendiri. Kita bilang cinta Indonesia tapi kita bakar-bakar Indonesia," kata Piter

Justru menurutnya, aksi pembakaran fasilitas umum tersebut sama sekali tidak mencerminkan kecintaan kepada negara. Oleh karena itu dirinya mengajak kepada beberapa pihak untuk menyampaikan aksinya dengan baik dan tertib.

"Kita boleh enggak setuju tapi kita enggak setuju itu harus kita sampaikan dengan baik," ucap Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini