UU Ciptaker Disahkan, Jokowi: Kebutuhan Atas Lapangan Kerja Mendesak

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2291238 alasan-uu-cipta-kerja-disahkan-jokowi-kebutuhan-atas-lapangan-kerja-mendesak-RiyjVGeERc.jpg Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo buka suara terkait pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. Pasalnya, UU Cipta Kerja ini mendapatkan banyak penolakan dari masyarakat khususnya para buruh dan pekerja.

Menurut Jokowi, UU Cipta Kerja sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Karena menurutnya, ada sekitar 2,9 juta masyarakat Indonesia yang masuk ke dalam usia kerja.

 Baca juga: UU Cipta Kerja Berikan Banyak Peluang untuk UMKM

"Setiap tahun ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru, anak muda yang masuk ke pasar kerja sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak," ujarnya dalam konferensi Pers virtual, Jumat (9/10/2020).

Apalagi di saat pandemi seperti ini, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja. Karena ada 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja yang terdampak pandemi.

 Baca juga: Pengesahan UU Cipta Kerja, Menko Luhut: Agar RI Jangan Jadi Negara Alien

"Apalagi di tengah pandemi terdapat 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak covid-19," ucapnya.

Belum lagi lanjut Jokowi, sebagian besar para pekerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ada sekitar 87% pekerja yang memiliki tingkat pendidikan maksimal SMA.

Lalu dari jumlah tersebut 39% diantaranya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) saja. Oleh karena itu, diperlukan lapangan kerja baru untuk bisa menyerap kebutuhan tersebut khususnya pada sektor padat karya.

"Dan sebanyak 87% penduduk bekerja memiliki tingkat pendidikan SMA ke bawah, dimana 39% berpendidikan sekolah dasar sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru khususnya di sektor padat karya," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini