3 Cara Bikin Atap Kokoh dan Anti Bocor

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 470 2291759 3-cara-bikin-atap-kokoh-dan-anti-bocor-bre3LuhYSN.jpg Perhatikan dan Pertimbangkan Dalam Membuat Atap Rumah. (Foto: Okezone.com/Interiordesign)

JAKARTA - Atap merupakan elemen penutup rumah yang memiliki peran sangat penting bagi kelangsungan hidup penghuninya. Selain itu, atap dan plafon menentukan tingkat keamanan dan estetika dari sebuah rumah atau bangunan.

Pengerjaan atap juga perlu mendapat perhatian atau pertimbangan khusus agar terhindar dari kerusakan seperti atap bocor, tertiup angin, selain itu juga biaya yang dikeluarkan perlu lebih efisien.

Baca Juga: Cara Hemat Biaya Renovasi Rumah di Tengah Covid-19

Melansir dari buku Membangun Rumah Kuat dan Artistik oleh Danang Kusjuliadi P., Jakarta, Minggu (11/10/2020), terdapat beberapa pertimbangan yang perlu dicermati ketika ingin membuat atap antara lain sebagai berikut:

1. Jenis kuda-kuda

Semakin langkanya kayu yang berkualitas ditambah mahalnya harga kayu untuk bahan pembuatan kuda-kuda memunculkan beberapa alternatif pilihan, di antaranya dengan menggunakan sopi-sopi dan baja ringan.

2. Bentuk atap

Berdasarkan bentuknya, atap dibagi menjadi tiga macam, yaitu atap model pelana, model perisai, dan model limas. Di antara ketiga model atap tersebut, model atap pelana adalah model yang paling sederhana dan biaya pembuatannya lebih efisien.

Baca Juga: Plafon Rumah agar Terlihat Mewah, Begini 6 Cara Desainnya

Keuntungan dari model atap pelana yakni, bentuknya sederhana sehingga pengerjaan lebih cepat dibandingkan model lain, lalu risiko bocor relatif kecil karena tidak adanya jurai dan talang bagian di tengan, dan kebutuhan bahan mulai dari kayu gording, penutup atap, dan nok lebih sedikit.

3. Penutup atap

Banyak bahan yang dapat dipergunakan sebagai penutup atap, mulai dari yang mahal hingga murah. Agar biaya pembangunan rumah lebih efektif, gunakan penutup atap yang harganya ekonomis, seperti fiber semen, genteng plentong, genteng morando, dan genteng beton.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini