Sri Mulyani: 34% Rumah Tangga Alami Kekurangan Pangan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292051 sri-mulyani-34-rumah-tangga-alami-kekurangan-pangan-UGaMScLcBp.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menilai Indonesia juga memiliki tantangan fundamental dengan struktur demografi dan geografi kepulauan. Terutama dalam hal ketahanan pangan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan sekitar 32% rumah tangga mengalami kekurangan pangan yang disebabkan oleh terganggunya sistem logistik dan turunnya daya beli karena kehilangan penghasilan dan pekerjaan.

 Baca juga: Sri Mulyani Bongkar Masalah Pangan yang Terjadi di Indonesia

"Itulah sebabnya pemerintah sangat serius mengawal reformasi struktural meski di tengah pandemi," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Dia menjelaskan, Indonesia akan berupaya menangani masalah ketersediaan pangan dengan memperluas wilayah atau membuka lahan tambahan baru. Tidak hanya untuk padi tetapi juga untuk perkebunan hortikultura.

 Baca juga: Resesi di Depan Mata, Harga Pangan Jangan Sampai Meroket

"Indonesia juga memperkenalkan program food estate sebagai upaya untuk menciptakan ketahanan pangan jangka panjang bagi Indonesia dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa," katanya.

Dia melanjutkan investazi pada infrastruktur teknologi digital juga dipersiapkan agar dapat menciptakan aksesibilitas di seluruh wilayah Indonesia hingga ke pelosok negeri.

"Dengan demikian, produksi dan pasar akan terhubung dengan cara yang lebih efisien. Semua ini menjadi bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021," katanya

Dia menambahkan pemerintah memperluas bantuan sosial untuk 10 juta penerima manfaat agar mereka dapat memiliki akses keterjangkauan makanan yang stabil.

"Hal ini telah terakomodasi di dalam APBN 2020," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini