Begini Cara Mengatur Keuangan saat Indonesia Resesi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 622 2292299 begini-cara-mengatur-keuangan-saat-indonesia-resesi-f7UrqA5yOe.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pengelolaan Keuangan yang baik diperlukan di tengah ekonomi yang terancam resesi. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah ada pada pos pengeluaran.

Mengingat, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pemotongan gaji masih mengintai. Apalagi, pandemi juga belum bisa dipastikan kapan akan berakhirnya.

Baca Juga: Mengelola Keuangan Bisa Sontek Strategi Orang-Orang Kaya di Dunia

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan dalam mengelola keuangan, pos pengeluaran harus dibagi ke dalam empat pos. Pertama adalah sisihkan untuk cicilan utang, lalu yang kedua adalah tabungan, kemudian asuransi dan biaya hidup.

“Pengeluaran seseorang itu menjadi empat ya, jadi yang pertama adalah cicilan utang itu prioritas pertama, kedua adalah tabungan dan investasi, ketiga adalah premi asuransi dan keempat adalah biaya hidup,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (12/10/2020).

Baca Juga:  Cara Mudah Menabung agar Cepat Kaya

Mengenai besarannya lanjut Safir, bisa dibuat lebih fleksibel. Karena menurutnya, kebutuhan dan pendapatan masing-masing orang berbeda.

“Nah sekarang pertanyaannya bagaimana cara membaginya? Cara membaginya adalah sebenarnya tidak ada satupun ukuran yang benar karena kalau setiap orang bisa beda-beda,” ucapnya.

 

Namun sebagai gambaran kasar, untuk cicilan alokasikan anggaran sebesar 30% dari pendapatan. Kemudian untuk investasi, alokasi anggarannya adalah sebesar 10% dari penghasilan.

Kemudian untuk asuransi ada baiknya menyiapkan 10% dari penghasilan setiap bulan. Dan yang terakhir sisanya atau sekitar 50% diperuntukan untuk biaya hidup.

“Jadi kalau berapa banyak yang dibutuhkan. Paling maksimal 50% untuk biaya hidup,” ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini