JAKARTA - Menurunnya cadangan devisa Indonesia dari USD137 miliar pada Agustus 2020 menjadi USD135,2 miliar di September 2020 harus diwaspadai dari segi makro ekonomi. Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang harus diwaspadai terkait penurunan cadangan devisa.
Pertama, penarikan utang luar negeri yang mana akan menambah cadangan devisa. Jika tidak melakukan pembayaran utang dengan baik justru akan memperkuat cadangan devisa.
Baca Juga: Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun USD1,8 Miliar
"Tapi kalau kita bayar utang cukup banyak sampai akhir tahun saya kira tentu akan menggerus cadangan devisa kita semakin dalam," ujar ujar Tauhid dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (15/10/2020).
Kedua, yang patut diwaspadai semakin banyak proses pemulihan ekonomi sampai akhir tahun. Terlebih, sektor perdagangan karena 70 persen bahan baku sangat bergantung pada impor dan membuat impor akan semakin melonjak seiring pertumbuhan ekonomi.