Ekspor Emas Anjlok tapi Buah Pisang Laris ke China

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294129 ekspor-emas-anjlok-tapi-buah-pisang-laris-ke-china-qJG3QwvHM9.jpg Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok barang ekspor yang tidak menunjukkan kinerja terbaiknya di September 2020. Salah satunya, yakni ekspor logam mulia, perhiasan dan permata.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kelompok barang emas mengalami penurunan cukup dalam yakni sebesar USD113,2 juta, jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya yakni Agustus 2020. Adapun negara tujuan kelompok barang ini menyasar Swiss, Singapura, dan Amerika.

"Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu perak dan emas. Jadi harga emas turun dari bulan Agustus ke bulan September mengalami penurunan 2,37%. Meskipun kalau kita bandingkan posisi tahun lalu harga emas ini masih mengalami peningkatan sebesar 27,23%," kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus dengan AS tapi Tekor Lawan China 

Dia melanjutkan negara tujuan ekspor Indonesia paling besar ke China pada September 2020. Tercatat selama periode tersebut nilai ekspor ke China sebesar USD2,63 miliar.

"Pangsa ekspor September ini terutama tertuju ke Tiongkok, USD2.63 miliar," katanya.

Dia melanjutkan ekspor buah-buahan ke China juga mengalami peningkatan pada September 2020. Beberapa peningkatan di antaranya adalah manggis, pisang, dan kelapa dari perkebunan.

"Sementara ekspor ke Amerika Serikat itu didominasi pakaian dan aksesorisnya, mesin dan perlengkapan elektrik dan pakaian dan aksesorisnya tapi bukan rajutan," tandasnya.

Harga Emas Makin Berkilau di Tengah Pandemi

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini