Keuangan Menipis, Gali Tutup Lubang Bukan Solusi Terbaik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 622 2294657 keuangan-menipis-gali-tutup-lubang-bukan-solusi-terbaik-pww61GMrMX.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Jelang pengumuman resesi pada November nanti, kini banyak perusahaan yang mengalami krisis keuangan. Alhasil, para pegawai pun harus menerima konsekuensi sebuah pemotongan gaji atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Saat situasi terdesak seperti itu, biasanya seseorang ingin langsung mengambil jalan pintas. Salah satu contohnya dengan cara mengambil pinjaman ke lembaga keuangan maupun perorangan.

 Baca juga: 5 Wangsit Sebelum Memulai Investasi

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menyatakan sikap seperti itu bukan merupakan pilihan yang bijak dalam permasalahan keuangan. Sebab, itu akan menimbulkan persoalan di lain waktu karena harus membayar beban bunga.

“Kurang bijak bila solusi yang dilakukan dengan cara gali lubang tutup lubang,” kata Andy kepada Okezone, Jumat (16/10/2020).

 Baca juga: Keuangan Digital, Orang Bakal Semakin Mudah Menabung dan Pinjam Duit

Menurut dia, bila kondisi keuangan memang sudah mendesak dan harus segera memenuhi kebutuhan, maka sebaiknya menjual atau menggadaikan aset yang dimiliki seperti mobil atau motor. Hal itu merupakan salah satu cara agar kalian tidak terbebani dengan beban cicilan dan bunga yang terus bertambah.

“Dalam kondisi sangat terdesak, daripada mencari pinjamam sebaiknya dengan cara menjual atau menggadaikan barang atau aset yang ada agar tidak terbebani pengembalian utang tersebut, yang dalam kondisi seperti sekarang berpotensi gagal bayar,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini