Dua Pertiga Masyarakat Mulai Kurangi Pengeluaran di Tengah Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 622 2295602 dua-pertiga-masyarakat-mulai-kurangi-pengeluaran-di-tengah-covid-19-FWZuIXtMEC.jpg Rupiah (Foto: Okezone)


Jangan Benturkan Ekonomi dan Kesehatan

Sandiaga Uno meminta agar sejumlah pihak tidak membenturkan antara penanganam kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Langkah penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi yang dilakukan secara beriringan oleh pemerintah dia nilai sudah tepat.

Bahkan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dalam negeri tidak saja menjadi tugas pemerintah semata. Sandi menyebut, krisis fundamental yang terjadi saat ini menjadi tanggungjawab bersama. Baik dari pemerintah, tenaga media, pengusaha, akademisi, dan masyarakat atau civil society.

"Tentunya, siapa yang harus dibantu, membantu untuk bertahan? Siapa yang harus diprioritaskan? Itu harus kita lakukan dalam kolaborasi atau kerja bareng dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, tim kesehatan, civil society atau relawan yang melihat sisi kemanusiaan ini," ujar Sandi.

Dalam kesempatan itu, Sandi memaparkan, hasil Focus group discussion (FGD) yang dilakukan Tim Relawan Indonesia Bersatu di sejumlah wilayah di Indonesia, di mana, ada kekhawatiran mayarakat terhadap krisis ekonomi dan kesehatan yang diakibatkan oleh penyebaran virus Corona.

Bahkan, klaim kekhawatiran itu sudah mendekati angka 70%. Presentase itu karena didorong oleh adanya angka Pemutusan Hubunhmgan Kerja (PHK) yang terus bergerak di sejumlah sektor bisnis. Ancaman PHK itu terus membayangi para pekerja.

"Minggu lalu saya mengunjungi second home-nya Pak Ketum Kadin (Rosan) di Bali, dan saya melakukan kunjungan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sesuai dengan FGD bahwa PHK ini angkanya terus bergerak dan ancaman PHK ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Kekhawaturan mereka itu tidak bisa bayar kontrakan, memenuhi kebutuhan sehari hari, bahan pokok, bayar cicilan motor, dan lain-lain. Cemas dengan ancaman kesehatan dan ekonomi (krisis)," katanya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini