Menko Airlangga Sebut 13,3 Juta Orang Butuh Pekerjaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295859 menko-airlangga-sebut-13-3-juta-orang-butuh-kerjaan-8b9itXWUxq.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 sangat memengaruhi berbagai aspek di Indonesia. Tak hanya kesehatan, perekonomian juga mulai terpukul oleh pandemi virus corona karena berbagai aktivitas dibatasi demi menghindari penyebarannya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu bukti nyata dari dampak pandemi adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Apalagi ada sekitar 13,3 juta masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Sebagai gambaran, selama pandemi virus corona, aktivitas bisnis dibatasi sehingga keuangan perusahaan terganggu. Untuk bisa survive dari pandemi, perusahaan melakukan beberapa langkah efisiensi dari mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga pemotongan gaji pada karyawannya.

Baca Juga: Kepercayaan Masyarakat Mulai Pulih, Ekonomi RI Bergerak

Menurut Airlangga, akibat pandemi ini saja ada sekitar 2,1 juta yang terkena PHK. Sementara pekerja yang dirumahkan ada sekitar 1,4 juta pekerja akibat adanya pandemi.

"Pegawai yang terkena PHK akibat covid 2,1 juta yang butuh kerja plus 1,4 juta yang dirumahkan," ujarnya dalam acara Opening Ceremony Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10/2020).

Belum lagi lanjut Airlangga, ada sekitar 6,9 juta masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan atau pengangguran setiap tahunnya. Selain itu, hal tersebut juga belum termasuk dalam kategori lulusan baru yang sebesar 2,92 juta orang.

"Pandemi covid menyebabkan 6,9 juta masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan yang masuk dalam kategori pengangguran setiap tahun, dan anak muda yang baru lulus sebesar 2,92 juta," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini