Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi Tertahan akibat PSBB

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295958 sri-mulyani-akui-pemulihan-ekonomi-tertahan-akibat-psbb-P9rx6USdvb.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Dampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta membuat ekonomi yang mulai pulih kembali mengalami pelemahan. Namun, kini DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB transisi.

"Seiring dengan kondisi Covid-19 ini dunia juga menghadapi situasi yang luar biasa sangat berubah. Covid-19 dengan dampak sosial ekonomi, penutupan sekolah, penutupan tempat kerja, penutupan tempat hiburan, hotel, restoran telah menyebabkan penurunan ekonomi di seluruh dunia," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Minus 13,61%, Sri Mulyani: Tiap Ada PSBB 

Menurut Sri Mulyani, mobilitas masyarakat terutama aktivitas di tempat tertentu sudah ada tren perbaikan antara Juli hingga Agustus, dan itu bertahan di awal bulan September. Namun PSBB diperketat, aktivitas masyarakat langsung drop.

"Meskipun sekali lagi saya sampaikan di bulan September karena dua minggu terakhir dilakukan adanya kenaikan jumlah Covid-19, terutama di daerah DKI yang kemudian menyebabkan kita melakukan pengetatan kembali, memberikan dampak yang terlihat dari sisi mobilitas aktivitasnya menjadi melemah kembali," jelasnya.

Dia berharap momentum pemulihan ekonomi ke depannya bisa terus dijaga meskipun sempat terdampak PSBB ketat waktu itu.

"Kita melihat sekarang dengan aktivitas ini masih tidak menutup tren yang terjadi secara positif yang terjadi semenjak bulan Juli hingga yang September ini," tandasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini