Menristek Deteksi Covid-19 dari Hembusan Napas, Akurasinya 97%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296778 menristek-deteksi-covid-19-dari-hembusan-napas-akurasinya-97-9uhdBTpWHx.jpg Uji Validasi Alat Pendeteksi Virus Corona dengan Hembusan Napas. (Foto:: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro tengah melakukan uji validasi alat pendeteksi Covid-19 yang menggunakan hembusan napas. Adapun alat itu bernama GeNose.

"Saat ini sedang dilakukan uji validasi tahap kedua dari GeNose. Ini adalah inovasi dari UGM (Universitas Gadjah Mada) yang bersifat analisa atau deteksi virus Covid-19 dengan menggunakan hembusan napas kita. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa karena bisa mendeteksi virus Covid-19 secara akurat, di dalam uji validasi tahap pertama di suatu RS di Jogja akurasinya mencapai 97% dibandingkan PCR test," ujar Bambang dalam diskusi virtual, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Bibit Vaksin Merah Putih Segera Diserahkan ke Bio Farma

Dia melanjutkan, selain GeNose, ada juga alat deteksi lainnya bernama RT-Lamp yang sedang dipersiapkan agar bisa digunakan akhir tahun ini. Alat ini nantinya mendeteksi virus melalui antigen yang mirip dengan swab test . Nantinya, membutuhkan sampel lendir untuk pemeriksaannya.

"Selain GeNose kita juga ingin mengembangkan rapid test berbasis antigen atau tepatnya rapid swab test. Ini juga akan membantu mengurangi beban biaya terutama untuk PCR test dan juga punya tingkat akurasi yang cukup tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Sudah Impor, Menristek Buka-bukaan soal Nasib Vaksin Merah Putih

Dia menambahkan, telah membangun pengembangan Vaksin Merah Putih. salah satunya, Universitas Indonesia mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles. Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus.

Sementara itu, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).

“UGM mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan,” tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini