Hari Santri Nasional, Menkeu Gelontorkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297718 hari-santri-nasional-menkeu-gelontorkan-rp2-6-triliun-untuk-pesantren-hTwbSLUkjB.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk program pemulihan ekonomi pesantren agar siap beradaptasi menghadapi pandemi covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengalokasikan dana dukungan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan di tengah pandemi covid-19 ini melalui program pemulihan ekonomi pesantren.

 Baca juga: Hari Santri, Pesantren Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah

"Pemerintah memberikan alokasi hingga Rp2,6 triliun di dalam rangka menyiapkan pesantren untuk bisa beradaptasi terhadap Kebiasaan Baru akibat adanya pandemic covid atau newnormal," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (22/10/2020).

Dia merinci bantuan tersebut di antaranya untuk membantu operasi pendidikan mulai dari lembaga pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah hingga lembaga pendidikan Al-Quran (LPA) sebesar Rp2,38 triliun. Kemudian untuk bantuan pembelajaran daring bagi pesantren selama tiga bulan sebesar Rp211,7 miliar.

 Baca juga: Merger 3 Bank Syariah Perkuat Industri Keuangan

"Pesantren tergantung dari ukurannya mendapatkan bantuan dari pemerintah dari pesantren kecil yang jumlah pesantrennya meliputi 14.900 didapatkan anggaran untuk membantu pada angka Rp25 juta," katanya.

Kata dia, bantuan operasional pendidikan Diniyah sebanyak 62 ribu masing-masing diberikan sebesar Rp10 juta dan bantuan operasi pendidikan LPA sebanyak 112 ribu masing-masing mendapat Rp10 juta.

 Baca juga:  Erick Thohir: Merger Bank Syariah BUMN Jadi Tonggak Sejarah

Sementara bagi guru, ustad, dan pengasuh pondok pesantren tak luput untuk diberikan insentif oleh pemerintah melalui bantuan sosial dan bantuan pembangunan atau perbaikan sarana prasarana. Perbaikan sarana dan prasarana meliputi tempat wudhu, wastafel, maupun tempat cuci tangan untuk 100 pesantren yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia.

"Kami harapkan para santri dapat menggunakan dalam rangka membiayai usaha produktif dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana terdekat termasuk yang melayani syariah," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini