Menaker: Tak Semua Pendemo Paham Substansi UU Ciptaker

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298307 menaker-tak-semua-pendemo-paham-substansi-uu-ciptaker-nxcpxnJnVU.jpg Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Okezone.com/Kemenaker)

KOTA MALANG - Gelombang demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang terus terjadi membuat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah angkat bicara.

Menurut perempuan kelahiran Mojokerto in, pendapat berdemonstrasi adalah hak setiap warga negara. Namun di tengah pandemi Covid-19 yang masih meningkat, harusnya tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan.

Baca Juga: Menaker: UU Ciptaker Pintu Masuk Ketenagakerjaan RI

"Saya kira demo turun ke jalan itu menyampaikan aspirasi itu adalah hak setiap warga negara, tapi di masa pandemi Covid belum selesai teman-teman harus tetap mengikuti protokol kesehatan," tutur Ida Fauziyah di sela - sela perayaan hari santri nasional di Kota Malang, Kamis petang (22/10/2020).

Dirinya menegaskan, pemerintah pusat dan kementeriannya tetap membuka akses selebar - lebarnya untuk kalangan buruh dan pekerja supaya kepentingannya bisa diakomodir.

"Kalau dirasa undang - undang belum seaspiratif maka ruangnya kita masih terbuka di peraturan pemerintah. Kemudian juga ada ranah lain, teman-teman juga bisa melakukan judicial review," ujar perempuan berusia 51 tahun ini.

Baca Juga: Menko Airlangga: 2,9 Juta Milenial Butuh Pekerjaan

Menurut Menaker, tidak semua elemen yang turun ke jalan melakukan demonstrasi ini paham akan subtansi secara utuh dari UU Cipta Kerja.

"Tidak semua yang turun (berdemonstrasi menolak UU Ciptaker) mengerti secara utuh subtansi dari UU Ciptaker. Saya mengajak proses ini kan sudah panjang, juga melalui tripatrit nasional. Mungkin yang dibaca teman-teman draf yang sebelum dirubah di revisi oleh pemerintah," paparnya.

"Saya kira dengan setelah melalui tripatrit nasional itu kemudian kami memperbaiki draf, yang pada akhirnya di kesepakatan nasional menjadi rujukan kami, yang akhirnya disahkan menjadi undang-undang," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini