Bisa PSC Dihapus, Harga Tiket Garuda Turun di 13 Bandara

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 320 2299209 bisa-psc-dihapus-harga-tiket-garuda-turun-di-13-bandara-OZRe8GB8dw.jpg Harga Tiket Pesawat Bisa Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik kebijakan pembebasan airport tax atau tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Maskapai pelat merah ini pun siap mengimplementasikan aturan tersebut.

Garuda akan meniadakan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat terhitung mulai tanggal 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020 mendatang di 10 bandar udara yang dilayani Garuda Indonesia dari 13 bandar udara yang telah ditentukan pemerintah.

Baca Juga: Kemenhub Garansi Airport Tax Gratis Tak Picu Penyebaran Covid-19

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dengan hadirnya stimulus PJP2U menjadi langkah signifikan di tengah tantangan kinerja industri penerbangan pada masa pandemi Covid-19.

"Hadirnya stimulus PJP2U ini tentunya menjadi langkah signifikan yang kami harapkan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja maskapai penerbangan khususnya guna meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan layanan transportasi udara," ujar Irfan dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Irfan berharap, kebijakan stimulus ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan tren pergerakan penumpang pada penerbangan domestik.

Baca Juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Penumpang Pesawat Diproyeksi Melonjak 20%

"Kami percaya melalui sinergi ekosistem industri penerbangan yang solid ini bersama dengan regulator dan stakeholder penerbangan lainnya, menjadi pondasi fundamental dalam mendukung keberlangsungan usaha yang lebih optimal bagi industri penerbangan nasional ditengah Pandemi Covid-19 ini," katanya.

Mantan Direktur Utama PT INTI ini juga menyebut bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dalam mengimplementasikan penyesuaian tarif tiket pesawat

"Kami akan berlakukan secara menyeluruh pada seluruh kanal penjualan tiket Garuda Indonesia sesuai dengan kebijakan yang diatur mengenai stimulus PJP2U oleh Kementerian Perhubungan RI tersebut," ucapnya.

Sesuai dengan kebijakan stimulus subsidi PJP2U dari Kementerian Perhubungan, ketentuan ini berlaku bagi penumpang yang akan melakukan pembelian tiket dan penerbangan mulai dari periode 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020, khusus di bandar udara yang telah ditentukan sebelumnya di antaranya adalah Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Hang Nadim (BTH). 

Bandara Kualanamu (KNO), Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS), Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Internasional Lombok Praya (LOP), Bandara Jenderal Ahmad Yani (SRG), Bandara Sam Ratulangi (MDC), Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ), Bandara Silangit (DTB), Bandara Banyuwangi (BWX), dan Bandara Adi Sucipto (JOG).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini