Pernah Gagal, Pria Ini Sukses Bikin Abon Lele dengan Omzet Rp100 Juta/Bulan

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 455 2299671 pernah-gagal-pria-ini-sukses-bikin-abon-lele-dengan-omzet-rp100-juta-bulan-Oa6Qim26Vs.jpg Tips Usaha Produksi Abon Lele. (Foto: Okezone.com/KKP)

JAKARTA - Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Keyakinan tersebut harus dipegang semua pelaku usaha, termasuk Ubeidillah. Pria paruh baya yang tinggal di perkampungan Desa Maruyung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini sukses membuat produk olahan ikan lele.

Berbekal kemampuan mengolah ikan lele menjadi abon, Abah Ubed, begitu dia disapa, selalu berusaha mencari komposisi yang pas untuk produknya sejak 2009.

"Tidak laku-laku, bikin 10 kg tidak laku. Kita bagikan ke majelis taklim dibilang keasinan, bikin lagi kemanisan. Saya catat sampai ratusan kali," katanya, dikutip dari keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (26/10/2020).

Dirinya juga mengikuti pelatihan pengolahan krakers abon ikan dari Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) pada 2019. Hasil pelatihan tersebut pun dia terapkan dengan memproduksi krakers berbahan dasar ikan lele.

"Abon curah saya melimpah banyak, pemasarannya kurang. Dikasih jalan pelatihan dan didampingi. Tadinya sempat mikir, laku tidak ya, dan kita coba saja," kenangnya. Abon bikinan Abah Ubed pun sering tampil di sejumlah pameran dan bazar produk Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). Bahkan produk tersebut sudah dicobai Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Tak hanya itu, keunikan produk Abah Ubed, juga berhasil menggugah Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengangkat krakers abon ikan lele sebagai salah satu makanan ikonik dari Kabupaten Bandung.

"Lebih bangga lagi waktu Pak Menteri ke Soreang nyicipi. Bisa jadi ikon Bandung setelah dicicipi bupati, ternyata cocok dengan lidah beliau," urai Abah Ubed.

Usaha Abah Ubed pun semakin berkembang, bahkan di tengah pandemi Covid-19, omzet usahanya mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan. Terlebih dia dikenal sebagai sosok yang menjaga kualitas produknya seperti tidak sembarang menerima bahan baku ikan lele dari pembudidaya yang belum mengantongi sertifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Sementara itu, Dirjen PDSPKP Artati Widiarti menilai, inovasi BBP3KP dan kegigihan Abah Ubed dalam merintis usaha bisa menjadi inspirasi, terutama generasi milenial. Dia pun menyebut peluang usaha pengolahan ikan masih sangat terbuka luas, apalagi jika dipadukan dengan semangat inovatif.

"Ikan lele diolah dalam bentuk krakers abon adalah inovasi dan bisa menjadi cara baru untuk mengenalkan ikan kepada anak-anak," kata Artati.

Usaha Abah Ubed pun semakin berkembang, bahkan di tengah pandemi Covid-19, omzet usahanya mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan. Terlebih dia dikenal sebagai sosok yang menjaga kualitas produknya seperti tidak sembarang menerima bahan baku ikan lele dari pembudidaya yang belum mengantongi sertifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Sementara itu, Dirjen PDSPKP Artati Widiarti menilai, inovasi BBP3KP dan kegigihan Abah Ubed dalam merintis usaha bisa menjadi inspirasi, terutama generasi milenial. Dia pun menyebut peluang usaha pengolahan ikan masih sangat terbuka luas, apalagi jika dipadukan dengan semangat inovatif.

"Ikan lele diolah dalam bentuk krakers abon adalah inovasi dan bisa menjadi cara baru untuk mengenalkan ikan kepada anak-anak," kata Artati.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini