Hampir Semua Negara Kena Masalah Covid-19, Ekonomi RI Minus

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300201 hampir-semua-negara-kena-masalah-covid-19-ekonomi-ri-minus-bv6RusHLhE.jpeg Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) mempengaruhi semua aspek sosial dan ekonomi di seluruh negara. Bagaimana tidak, akibat adanya pandemi, ekonomi negara-negara di dunia mengalami kontraksi bahkan terancam resesi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, dampak ekonomi akibat pandemi dirasakan hampir semua negara di dunia tanpa terkecuali. Termasuk juga ekonomi dari negara-negara maju maupun berkembang.

Baca juga: Hadapi Krisis Ekonomi, Sri Mulyani: Pilih Kebijakan Cepat atau Tepat?

Sebagai salah satu contohnya adalah Singapura. Pada akhir tahun, ekonomi Singapura diprediksi berada di angka 6% atau sesuai dengan perkiraan pemerintah yakni kisaran 5%-7%.

Selain Singapura, Indonesia juga ekonominya masih diprediksi akan mengalami minus. Pada kuartal III-2020 ini saja ekonomi Indonesia dipastikan akan resesi karena minus selama dua kuartal berturut-turut.

Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Pengusaha: Penyebaran Covid-19 Semakin Terkendali

Sebagai gambaran, pada kuartal II-2020 lalu ekonomi Indonesia mengalami -5,32% secara tahunan (year on year/yoy). Jika pada triwulan ketiga ini minus lagi, maka secara resmi akan mengalami resesi.

“Di tengah pandemi covid-19, hampir semua negara kena masalah virus corona. Dan pertumbuhan ekonominya pun tidak terlalu membaik rata-rata minus termasuk Singapura dan Indonesia,” ujarnya dalam acara Indonesia Investment Day secara Virtual, Selasa (27/10/2020).

 

Menurut Bahlil, minusnya ekonomi ini menjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan terprediksi oleh hampir semua negara termasuk Indonesia. Namun menurutnya, hal tersebut harus dihadapi dengan optimisme dibandingkan harus menyerah dan meratapi keadaan.

“Hal ini sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua negara. Tapi kita harus hadapi dengan rasa optimisme dan mencari solusi untuk bagaimana bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada sekarang,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini