Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Laporan Keuangan BCA vs Bank BUMN, Mana yang Paling Jagoan?

Aditya Pratama , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2020 |17:13 WIB
Daftar Laporan Keuangan BCA vs Bank BUMN, Mana yang Paling Jagoan?
Laporan Keuangan Perbankan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah perusahaan perbankan telah menyampaikan laporan keuangan pada kuartal III-2020. Berbagai perbankan pun mendapatkan hasil kinerja yang beragam di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Beberapa perbankan telah menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2020 di antaranya, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank BRIsyariah, Bank BTPN dan Bank Permata.

1. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Bank dengan kode emiten BBTN ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,12 triliun pada kuartal III-2020. Laba bersih tersebut melesat 39,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp801 miliar.

Laba bersih BTN ditopang oleh penurunan beban bunga dan efisiensi. Beban bunga BTN tercatat turun 3,49% menjadi Rp11,95 triliun pada kuartal III 2020. Strategi efisiensi yang dilakukan BTN juga menekan angka Cost to Income Ratio (CIR). Pada September 2020, CIR BTN turun 141 bps dari 57,13% pada September 2019 menjadi 55,72%.

Baca Juga: 7 Bank Gagal Belum Berdampak Sistemik

BTN mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 18,66% dari Rp230,35 triliun per kuartal III-2019 menjadi Rp273,33 triliun di periode yang sama tahun ini. Kenaikan DPK ikut menekan Loan to Deposit Ratio (LDR) ke level 93,26% di kuartal III 2020.

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Bank dengan kode emiten BMRI ini meraih laba bersih Rp14,02 triliun pada kuartal III-2020 (Juli-September). Perolehan laba tersebut lebih rendah 30,73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp20,25 triliun.

Adapun penurunan laba bersih Bank Mandiri sejalan dengan pendapatan operasional yang turun menjadi Rp 62,97 triliun dari Rp64,96 triliun. Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi perseroan mencapai 14,92% secara tahunan, menjadi Rp1.024,2 triliun, di mana komposisi dana murah mencapai 61,9%.

Bank Mandiri pun mampu menjaga kinerja perseroan dengan pencapaian aset konsolidasi yang sebesar Rp1.407 triliun atau meningkat 10,27%. Rasio Non Performing Loan (NPL) secara gross masih terjaga di level 3,33%.

Baca Juga: Sebelum Corona Datang, 7 Bank Gagal Sudah Terseok-seok

Hal ini guna mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan, bank pelat merah itu juga membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset.

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Bank dengan kode emiten BBNI ini meraih laba bersih Rp4,32 triliun hingga September 2020. Perolehan tersebut turun 63,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,97 triliun.

Pendapatan bunga bersih BNI minus 0,8%. Namun, situasi tersebut diimbangi dengan penurunan beban bunga 8%, sehingga net interest margin (NIM) terjaga di level 4,3%, Rasio kecukupan pencadangan (coverage ratio) BNI hingga kuartal III-2020 berada pada level 206,9 persen, lebih besar dibandingkan kuartal III-2019 yang sebesar 159,2%.

Selain itu, CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86% atau membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%. Sementara penyaluran kredit BNI tumbuh 4,2% menjadi Rp582,4 triliun.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement