BKPM Dukung VDNI-OSS Bangun Politeknik di Konawe

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 320 2301349 bkpm-dukung-vdni-oss-bangun-politeknik-di-konawe-rNG3rAWOcp.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyambut baik rencana investor smelter nikel membangun Politeknik Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Tentu BKPM sangat happy sekali dan menyambut baik rencana dari investor ini. Saya kira akan ada ribuan tenaga kerja lokal yang akan diserap di sana. Sebelum diserap, tentu tenaga kerja lokal akan dibekali dengan keahlian memadai di politeknik ini,” ujar Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo dalam keterangannya baru-baru ini di Jakarta.

Sebagaimana diketahui Andrew & Tony Foundation yang didukung oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless (OSS) akan membangun Politeknik VDNIP di Kawasan Industri Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP) seluas 2.253 hektar, di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Jurusan yang dibuka adalah Metalurgi (permesinan), Teknik Sipil Konstruksi, dan Teknik Kelistrikan, masing-masing Program Diploma III (D3). Rizal mengatakan, peletakan batu pertama politeknik tersebut akan dilakukan pada bulan November 2020.

“Saya dapat info, perkiraan selesai di bulan April-Mei 2021,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan, hadirnya politeknik ini sejalan dengan visi Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk menghadirkan investasi yang berkualitas di berbagai daerah. “Saya kira sudah sejalan dengan visi Kepala BKPM, beliau ingin agar investasi bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan tenaga kerja tersebut dilatih terlebih dahulu di politeknik ini,” ujar dia.

Sementara itu, External Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto mengatakan, Politeknik sangat strategis guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri VDNIP.“Untuk menghasilkan tenaga kerja kompeten terampil dan siap kerja di Pabrik dan tenant dalam Kawasan Industri VDNIP dan sekitarnya,” katanya.

Dia mengatakan, Politeknik VDNIP diharapkan dapat menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel dan stainless steel.“Lulusan Politeknik ini akan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Mendukung program pemerintah dalam pengembangan SDM untuk memacu pertumbuhan industri berbasis nikel dan stainless steel,” katanya.

Indrayanto mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan bekerjasama dengan Sekolah Vokasi di dalam negeri meliiputi materi pembelajaran, rekrutmen dan magang guna menjamin kualitas Pendidikan dan pelatihan di Politeknik ini.“Tidak menutup kemungkinan juga untuk bekerjasama dengan sekolah vokasi luar negeri yang telah terakreditasi,” tegasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini