"Dalam kondisi seperti ini logam mulia menjadi lebih menarik karena harganya yang cenderung lebih stabil dan gampang dicairkan apabila mendadak dibutuhkan tanpa penurunan harga yang signinfikan. Sementara saham cenderung cocok untuk jangka panjang diatas 3 tahun agar pertumbuhan harganya sudah maksimal lagi," kata dia.
Bila Anda terbiasa untuk menyisihkan uang dari penghasilan bulanan untuk dialokasikan ke dalam bentuk investasi, maka diimbau agar rutinitas tersebut diurungkan terlebih dahulu pada tahun depan. Sebab, bila tetap memaksakan, dikhawatirkan nantinya duit cadangan di rekening Anda semakin menipis.
"Jadi semisal pada tahun ini kita masih bisa secara rutin menyisihkan uang untuk berinvestasi di saham atau logam mulia, maka bila tahun depan gaji naik kita mulai kesulitan karena berbagai kebutuhan menjadi lebih banyak, maka sebaiknya ditunda dulu," ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.