Cara Siapkan Alokasi Dana Investasi meski Gaji Tak Naik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 622 2304234 cara-siapkan-alokasi-dana-investasi-meski-gaji-tak-naik-DU8KwEovP3.jpg Tips Mengatur Keuangan Selama Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Mayoritas pekerja harus menerima kenyataan bahwa tak ada kenaikan gaji pada tahun depan. Ini dipicu situasi dunia usaha yang mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19.

Lantas, apakah keadaan itu masih mengharuskan para buruh untuk menyisihkan uangnya untuk dialokasikan ke dalam bentuk investasi?

Baca Juga: Investasi Surat Utang Negara Dijamin Halal

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho, penting atau tidaknya investasi di tengah kondisi keuangan pekerja yang pas-pasan. Keputusan untuk berinvestasi sebaiknya dilakukan setelah mereka telah menabung dan memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi dengan baik.

"Karena hakikatnya berinvestasi adalah kita "memarkir" uang kita untuk sekian lama agar dapat berkembang secara optimal. Jadi ketika diinvestasikan kemungkinan tidak bisa sewaktu-waktu untuk dicairkan lagi," kata Andy kepada Okezone, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Gaji Tak Naik, Menabung Wajib Dong

Dia menyarankan produk investasi yang tergolong masih aman di tengah krisis saat ini adalah logam mulia.

"Dalam kondisi seperti ini logam mulia menjadi lebih menarik karena harganya yang cenderung lebih stabil dan gampang dicairkan apabila mendadak dibutuhkan tanpa penurunan harga yang signinfikan. Sementara saham cenderung cocok untuk jangka panjang diatas 3 tahun agar pertumbuhan harganya sudah maksimal lagi," kata dia.

Bila Anda terbiasa untuk menyisihkan uang dari penghasilan bulanan untuk dialokasikan ke dalam bentuk investasi, maka diimbau agar rutinitas tersebut diurungkan terlebih dahulu pada tahun depan. Sebab, bila tetap memaksakan, dikhawatirkan nantinya duit cadangan di rekening Anda semakin menipis.

"Jadi semisal pada tahun ini kita masih bisa secara rutin menyisihkan uang untuk berinvestasi di saham atau logam mulia, maka bila tahun depan gaji naik kita mulai kesulitan karena berbagai kebutuhan menjadi lebih banyak, maka sebaiknya ditunda dulu," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini