Ekonomi Minus 3,49%, Proyek Infrastruktur Dikebut Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304837 ekonomi-minus-3-49-proyek-infrastruktur-dikebut-lagi-JcBroBP98z.jpg Infrastruktur (Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi pada kuartal III-2020 sebesar minus 3,49%. Hal ini menyusul masih adanya perlambatan di beberapa sektor yang menjadi salah satu pendorong perekonomian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, salah satu yang masih mengalami perlambatan adalah sektor konstruksi. Hal ini dikarenakan ada beberapa proyek infrastruktur yang mengalami penundaan akibat pandemi.

 Baca juga: Ekonomi RI Minus 3,49% dan Resesi, Ini Penjelasan Menteri Ekonomi Jokowi

“Komponen bangunan masih sedikit melambat meskipun keberlanjutan proyek-proyek pembangunan fisik yang sempat tertunda saat ini sudah secara bertahap mulai berjalan lagi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Sri Mulyani mengatakan, saat ini beberapa proyek infrastruktur sudah mulai dikerjakan lagi. Diharapkan hal tersebut bisa memperbaiki kinerja investasi yang sempat lesu akibat pandemi.

 Baca juga: Ekonomi Minus, Belanja APBN Dipercepat Dong Bu Sri Mulyani

Di samping pemerintah juga melakukan perbaikan regulasi untuk mendongkrak investasi. Seperti misalnya Undang-undang Cipta Kerja hang diharapkan bisa mempermudah dunia usaha.

“Dengan langkah-langkah tersebut kita harapkan investasi akan terus membaik iklim investasi dan berbagai regulasi yang memudahkan dunia usaha,” ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di triwulan akhir 2020. Misalnya adalah dengan terus mendorong penemuan vaksi covid-19 sehingga membuat kelompok menengah atas bisa kembali spending uangnya.

“Perbaikan kinerja ekonomi nasional baik dari sisi konsumsi dan investasi diharapkan terus berjalan, meningkat, dan terakselerasi,” ucapnya.

Secara keseluruhan lanjut Sri Mulyani, agregat demand atau sisi permintaan yang kedua yaitu pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) mengalami perbaikan dari Kuartal kedua sebesar minus 8,6% menjadi min 6, 5% di Kuartal ketiga. Hal ini didukung oleh berbagai indikator investasi seperti penjualan semen, penjualan kendaraan niaga, dan impor barang modal yang mengalami perbaikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini