3 Cara Mudah Terhindar dari Investasi Bodong

Djairan, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 622 2304681 3-cara-mudah-terhindar-dari-investasi-bodong-Nc4Ql4YhbK.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Masih banyak masyarakat yang terjebak dalam investasi ilegal dengan aneka modus operandi baru. Selama Oktober, Satgas Waspada Investasi telah menemukan setidaknya lebih dari 150 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, modus penipuan investasi yang banyak ditemukan seperti Equity Crowdfunding (ECF) atau penghimpunan dana berbasis online, serta penasihat investasi yang tidak memiliki izin dari OJK.

Baca juga: Belajar dari Kasus MeMiles, 4 Akal Bulus Investasi Bodong Ini Patut Dihindari

“Agar tidak tertipu ada baiknya masyarakat dapat lebih cermat menilai setiap tawaran investasi, mulai dari penggalangan dana hingga yang kemarin booming tawaran penasihat investasi, tidak akan sulit kalau masyarakat bisa sedikit lebih teliti,” ujar Hoesen dalam webinar OJK Mengajar di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Hoesen membagikan tips agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi bodong. Tips pertama, jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar. “Kalau tidak masuk akal, seperti dua kali dari deposito maka berhati hati,” kata dia.

 

Kedua, masyarakat harus waspada modus investasi dengan replikasi, seperti investasi berkedok Multi Level Marketing (MLM). Selain itu juga marak tawaran penguncian dana, di mana uang tidak boleh diambil dalam jangka waktu tertentu.

Hoesen menyebut, biasanya oknum tersebut menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dan dalam waktu cepat, dan menyasar masyarakat yang belum paham investasi. Hal itu biasanya dilakukan dengan memanfaatkan dan menjual popularitas tokoh agama atau selebriti.

Tips ketiga, harus waspada dengan penawaran investasi yang memaksa atau dengan bujuk rayu. Keempat, pastikan lembaga atau perusahaan yang menawarkan investasi telah berizin dari lembaga berwenang, dan berkegiatan sesuai dengan izin OJK.

“Sekalipun ada izin kelembagaan, tapi terkadang tidak punya izin usaha, dan jika memiliki izin kelembagaan dan usaha tapi kegiatannya tidak sesuai izin,” kata Hoesen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini