Proyek Gasifikasi Batu Bara USD2,1 Miliar Mulai Dibangun 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 278 2305187 proyek-gasifikasi-batu-bara-usd2-1-miliar-mulai-dibangun-2021-c1aeZWLP5P.jpg PTBA Lengkapi Berkas Proyek Gasifikasi Batu Bara. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memastikan bahwa proyek pengembangan gasifikasi batu bara akan terus berjalan. Di mana saat ini perseroan tengah melengkapi berkas kerjasama secara legal yang akan ditandatangani para investor.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, proyek yang akan dibangun di Tanjung Enim, Sumatera Selatan diharapkan dapat ditandatangani bulan ini atau paling lambat akhir 2020.

Baca Juga: Permintaan Turun, PTBA Sesuaikan Produksi Batu Bara hingga Akhir 2020

"Insya Allah kita akan tandatangani, kita akan mulai (pengerjaan proyek) di kuartal I atau II 2021, sekarang kita lagi menyiapkan kerjasama secara legal, proses pembahasan draft perjanjian secara legal dengan investor, yaitu PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals, Inc," ujar Arviyan dalam video conference PTBA, Jumat (6/11/2020).

Arviyan menambahkan, apabila semua kesepakatan bisnis secara legal sudah disepakati akan menjadi berita baik buat Indonesia, sehingga ada harapan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 2021.

Baca Juga: 90% Laba untuk Dividen, PTBA: Tidak Pengaruhi Likuiditas Perseroan

"Proyek ini bernilai sebesar USD2,1 miliar ini merupakan investasi yang cukup penting bukan hanya oleh PTBA tetapi jufa untuk negara Indonesia di tengah pandemi ini tentunya ada potensi investasi yang masuk sebesar USD2,1 miliar," katanya.

Pabrik hilirisasi batu bara akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dan diproses menjadi 1,4 juta ton dymethil eter (DME) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. Hadirnya DME sebagai bahan bakar alternatif bisa membantu menekan impor LPG dan menghemat devisa negara. Berdasar hitungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, potensi penghematan negara bisa mencapai Rp8,7 triliun.

Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi pada Triwulan-2 Tahun 2024. Proyek hilirisasi ini juga telah disetujui Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari Program Prioritas sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini