Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2020 |02:33 WIB
   9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi
Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

5. Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi

Badan Pusat Statistik (BPS)resmi merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 mengalami minus 3,49%. Hal ini menandakan Indonesia resmi mengalami resesi pada tahun ini.

Salah satu tandanya adalah setelah dua kuartal beruntun ekonominya tumbuh minus. Adapun pada kuartal II, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi Indonesia. Salah satunya konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.

"Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III-2020 secara year on year memang masih terkontraksi 4,04% tapi tidak sedalam kuartal II minus 5,52%" kata Kepala BPS Suhariyanto.

6. Istana Angkat Bicara

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono mengatakan meski masih terkontraksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mengalami pemulihan.

“Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 memang masih negatif. Tetapi, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020. Berikutnya, yang juga sangat penting adalah apa yang harus kita lakukan?,” katanya melalui keterangan persnya, Kamis (5/11/2020).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement