Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2020 |02:33 WIB
   9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi
Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

7. Penjelasan Menteri Ekonomi Jokowi

Pemerintah menyatakan ekonomi kuartal III-2020 yang minus 3,49% masih dinilai positif. Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia sudah menujukkan tanda positif meski mengalami resesi.

"Kita bisa melihat tren ekonomi kita sudah positif yang mana melewati rough bottom dan di kuartal ketiga minus 3,49%," kata Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor.

"Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan," kata Sri Mulyani.

8. Dampak Resesi

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan situasi ini akan mengarah pada gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri.

"PHK di berbagai sektor masih akan terjadi dan menyumbang angka pengangguran serta kenaikan jumlah orang miskin baru," kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Kata dia sektor tradable (produksi barang) lesu dan sumbangan terhadap PDB nya cenderung menurun. Industri manufaktur masih berada di bawah 20% dari PDB, dan sektor pertanian alami penurunan dari 15,4% pada kuartal ke II 2020 menjadi 14,6% di kuartal ke III.

Sementara sektor non-tradable jasa semakin mendominasi perekonomian. Lihat sektor jasa informasi komunikasi berada di atas 4,5%, dan jasa konstruksi 10,6% dari PDB.

"Kualitas ekonomi yang menurun akan mengancam serapan kerja pada tahun 2021 karena sektor non-tradable serapannya cenderung lebih rendah dibandingkan sektor tradable atau penghasil barang seperti industri pengolahan dan pertanian," katanya.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement