JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara yoy. Hal ini membuat Indonesia masuk resesi, setelah pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia minus 5,32%. Hal ini menegaskan Indonesia mengalami resesi pertama sejak krisis ekonomi 1997-1998.
Krisis karena pandemi covid-19 sangat merusak baik sisi permintaan maupun penawaran ekonomi. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai pemulihan ekonomi akan bertahap ke depannya.
"Kami melihat perekonomian Indonesia akan terus berlanjut membaik di kuartal IV 2020 meskipun kontraksi ekonomi masih cenderung terjadi," kata Asmo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
Akan tetapi, kontraksi diperkirakan akan mereda karena ekonomi telah mencapai titik terendah di kuartal II 2020 ketika PSBB ketat tingkat nasional dilaksanakan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator utama yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Pertama adanya pelonggaran penerapan kembali PSBB sejak 20 Oktober di beberapa wilayah penting, termasuk wilayah Jabodetabek. "Ini bisa meningkatkan transportasi dan aktivitas ritel. Investasi langsung dan perdagangan eksternal juga menguat," katanya.