Share

5 Fakta BLT Subsidi Gaji Cair di Tengah Resesi, Rekening Swasta Belakangan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305582 5-fakta-blt-subsidi-gaji-cair-di-tengah-resesi-rekening-swasta-belakangan-ZQhoQCzxYw.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji gelombang 2 bagi karyawan swasta bergaji di bawah Rp5 juta. Sayangnya masig ada penerima BLT yang gagal ditransfer karena rekening bermasalah.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Wakil Menteri (Wamen) BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyaluran tahap I subsidi gaji telah selesai dilaksanakan.

Berikut adalah fakta mengenai BLT gelombang II yang dirangkum Okezone, Sabtu (7/11/2020).

1. Penerima BLT 12,4 juta Orang

“Gelombang pertama sudah selesai disalurkan sebanyak 12,4 juta penerima,” kata Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (4/11//2020).

Seperti diketahui besaran besaran subsidi gaji ini adalah Rp600 ribu per bulan, selama empat bulan. Pencairan dilakukan dalam dua tahap. Dimana masing-masing Rp1,2 juta setiap tahap pencairan.

2. Cair di Tengah Resesi

BLT cair di tengah pengumuman resesi. Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy).

Salah satu biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi adalah konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.

3. Rekening Himbara Cair Duluan

BSU termin II dijadwalkan paling cepat ditransfer sejak kemarin dan paling lambat hari Sabtu(7/11) melalui Bank Himbara.

"Insya Allah hari ini langsung ditransfer, paling lambat Sabtu besok melalui Himbara. Kalau pakai bank Himbara, dalam sehari bisa dicek di rekening, kalau pakai bank swasta, bisa memakan waktu hingga 5 hari," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Soes Hindharno.

4. Gagal Terima BLT

Soes Hindharno mengatakan, ada 12,4 juta total rekening yang akan menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) termin II. Namun masih ada 153 ribu rekening yang bermasalah.

"153 ribu rekening ini masalahnya adalah, data penerima benar tetapi rekeningnya tidak valid. Ini masih akan kami tindak lanjuti," ujar Soes di Mojokerto, Jumat (6/11/2020).

5. Rekomendasi KPK

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan ada rekomendasi dari KPK yang mengharuskan Kemnaker memadankan data penerima dengan data wajib pajak.

"Jadi atas rekomendasi KPK, datanya akan kami padankan dengan data di BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kami bisa melihat mana yang memang layak menerima subsidi dan mana yang tidak layak," ujar Ida di tengah-tengah kunjungannya ke dua rumah penerima subsidi upah di Sidoarjo, Jumat (6/11/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini