JAKARTA - Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street selama Pilpres AS pada 3 November menguat. Apalagi capres dari Partai Demokrat Joe Biden unggul sementara dari capres petahana dari Partai Republik Donald Trump.
Investor menyambut kemenangan Joe Biden sebagai presiden baru AS. Hal ini terlihat dari penguatan pasar saham dunia, termasuk IHSG yang kian menguat meski Indonesia resesi.
Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (7/11/2020).
1. Wall Street Menguat
Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Hal ini di tengah pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) serta investor menanti paket stimulus ekonomi.
Keunggulan sementara Joe Biden atas Donald Trump dalam jajak pendapat nasional telah meningkatkan ekspektasi untuk hasil yang menentukan.
Dow Jones Industrial Average. DJI naik 554,98 poin, atau 2,06% menjadi 27.480,03, S&P 500 naik 58,92 poin, atau 1,78%, menjadi 3.369,16 dan Nasdaq Composite menambahkan 202,96 poin, atau 1,85%, menjadi 11.160,57.
2. Joe Biden Bawa Angin Segar
Investor pasar saham terus memantau hasil perhitungan suara Pilpres AS 2020. Untuk sementara, Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden di ambang kemenangan. Biden hanya membutuhkan enam suara elektoral tambahan untuk mengalahkan Donald Trump.
Berdasarkan data perolehan suara elektoral sementara yang dirilis Bloomberg, Biden memperoleh tambahan 16 suara elektoral dari negara bagian Michigan yang berhasil dimenangkannya.
Biden sejauh ini telah mengumpulkan 264 suara elektoral, sedangkan lawannya Donald Trump mengumpulkan 214 suara elektoral. Dengan demikian, Biden hanya membutuhkan tambahan enam suara elektoral lagi untuk mencapai 270 suara elektoral sebagai pemenang Pilpres AS 2020.
Masih ada lima negara bagian yang belum merampungkan perhitungan suara yakni Pennsylvania, North Carolina, Georgia, Alaska dan Nevada.