JAKARTA - Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy).
Salah satu biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi adalah konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.
Berikut adalah fakta mengenai resesi yang dirangkum Okezone, Sabtu (7/11/2020).
1. Ekonomi Minus
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy). Dengan demikian, Indonesia resmi masuk jurang resesi.
"Ekonomi Indonesia kuartal III masih terkontraksi 3,49%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Sebelumnya ekonomi kuartal II-2020 minus 5,32% dan pada kuartal I-2020 tumbuh positif 2,97%. Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah diprediksi banyak pihak imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19.
2. Sektor Transportasi Paling Terdampak
Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03% (c-to-c).
"Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,61%," ujarnya, Kamis (5/11/2020).
Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52%.